Intelijen Bisu dan Tuli? Polsek Babat Supat Diduga Gadai Seragam Demi Upeti Masakan Minyak Ilegal!

BABAT SUPAT – Aroma tidak sedap menyeruak di wilayah hukum Polsek Babat Supat. Bukan aroma masakan, melainkan dugaan kuat adanya “pembiaran” terstruktur terhadap peredaran minyak masakan ilegal yang kini memicu mosi tidak percaya dari masyarakat. Kondisi ini memantik reaksi keras dari Gabungan Pemuda Peduli (GPP) Sumsel.

Kinerja aparat penegak hukum setempat kini berada di bawah mikroskop publik. Di tengah jeritan ekonomi, aktivitas distribusi minyak yang diduga bodong, tak berizin, dan berisiko bagi kesehatan justru melenggang bebas tanpa tersentuh hukum.

Lampu Kuning Kepercayaan Publik

Kekecewaan mendalam datang dari berbagai lapisan masyarakat. Salah seorang tokoh masyarakat setempat secara frontal menyebut keberadaan polisi di tingkat kecamatan seolah hanya menjadi simbol tanpa taji.

“Jangan sampai masyarakat berasumsi liar bahwa ada ‘main mata’. Kami butuh bukti kerja, bukan sekadar patroli seremoni!” tegasnya.

Senada dengan itu, GPP Sumsel menilai fungsi intelijen dan pengawasan Polsek Babat Supat patut dipertanyakan. Mengapa aktivitas yang sudah menjadi keresahan warga ini seolah luput dari radar penindakan? Apakah ada kekuatan besar yang membentengi?

Tuntutan Radikal GPP Sumsel

Merespons situasi ini, GPP Sumsel tidak main-main. Mereka melayangkan tuntutan konkret kepada Kapolsek Babat Supat untuk segera:

Sidak Total: Mendatangi titik distribusi yang dicurigai sebagai sarang minyak ilegal.

Audit Dokumen: Memeriksa kelengkapan izin distributor tanpa pandang bulu.

Eksekusi Hukum: Memberikan garis polisi dan menyeret oknum yang bermain ke jalur hukum.

Desak Kapolda Sumsel Turun Tangan

Pernyataan paling tajam keluar dari koordinator GPP Sumsel yang mendesak pimpinan tertinggi kepolisian di Sumatera Selatan untuk bertindak tegas terhadap bawahannya.

“Kami mendesak Kapolda Sumsel segera mencopot Kapolsek Babat Supat jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan nyata. Kami tidak butuh pejabat yang kerjanya tidak becus atau justru condong berpihak pada mafia minyak yang merugikan rakyat,” tulis pernyataan resmi GPP Sumsel.

Publik kini menunggu: Akankah hukum tegak berdiri di Babat Supat, ataukah polisi tetap memilih “tutup mata” sementara kesehatan dan ekonomi warga dipertaruhkan? Kepercayaan masyarakat sedang di ujung tanduk.(MK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *