OGAN ILIR – Upaya mencegah dan meminimalkan dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan Polres Ogan Ilir. Bersama mahasiswa S2 Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), jajaran Satbinmas turun langsung ke tengah masyarakat untuk menyampaikan imbauan, memberikan edukasi terkait bahaya Karhutla sekaligus membagikan masker kepada warga, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Kasat Binmas Polres Ogan Ilir AKP Asmun Zain, S.H., bersama personel Satbinmas dan mahasiswa S2-STIK. Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dengan menyambangi sejumlah wilayah, di antaranya Desa Pulau Semambu, Desa Palemraya, Desa Sungai Rambutan dan kawasan Exit Tol KM 17 Indralaya.
Dalam kegiatan tersebut, personel bersama mahasiswa S2-STIK melakukan pengecekan terhadap sejumlah lokasi yang berpotensi menimbulkan kebakaran serta memantau kondisi wilayah pascakebakaran.
Di tengah kegiatan, petugas juga berdialog langsung dengan masyarakat untuk menyampaikan edukasi mengenai dampak Karhutla, baik terhadap kesehatan, keselamatan jiwa, lingkungan maupun harta benda.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian maupun instansi terkait apabila menemukan titik api atau melihat adanya potensi kebakaran.
Selain pencegahan Karhutla, perhatian juga diberikan terhadap kesehatan masyarakat yang terdampak asap. Petugas menjelaskan bahwa paparan asap dan debu dapat mengganggu saluran pernapasan dan memicu keluhan seperti batuk maupun gangguan pernapasan lainnya.
Karena itu, masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan diimbau menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara sedang dipenuhi asap.
Sebagai bentuk kepedulian nyata, Polres Ogan Ilir bersama mahasiswa S2-STIK turut membagikan masker kepada masyarakat di sejumlah lokasi yang terdampak asap.
Kasat Binmas Polres Ogan Ilir AKP Asmun Zain, S.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri sekaligus upaya membangun kesadaran masyarakat agar bersama-sama mencegah Karhutla.
“Kami bersama mahasiswa S2-STIK turun langsung memberikan imbauan dan edukasi kepada masyarakat. Kami mengingatkan agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah sembarangan karena dampaknya dapat merugikan lingkungan dan kesehatan masyarakat,” ujar AKP Asmun.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kondisi kesehatan selama terjadi paparan asap.
“Kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar rumah untuk menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara kurang baik. Apabila menemukan titik api, segera laporkan agar dapat dilakukan penanganan secepatnya,” tegasnya.
Sementara itu, Kasihumas Polres Ogan Ilir IPTU Mansyur, A.Md., Kep., S.H., mengatakan pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Edukasi kepada masyarakat sangat penting. Kami ingin masyarakat memahami bahwa Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat. Karena itu, pencegahan harus dilakukan bersama-sama,” ungkap IPTU Mansyur.
Menurutnya, pembagian masker juga menjadi bentuk kepedulian Polres Ogan Ilir terhadap masyarakat yang berada di wilayah terdampak asap.
“Polri akan terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam penanganan kebakaran, tetapi juga melalui langkah-langkah pencegahan dan kepedulian terhadap kesehatan warga,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung aman dan lancar. Melalui kegiatan tersebut, Polres Ogan Ilir bersama mahasiswa S2-STIK berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk mencegah Karhutla sekaligus menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang terdampak asap. (BN)