Blog

  • Sidokkes Polres Ogan Ilir Periksa Kesehatan 23 Personel Samapta BKO Polda Sumsel yang Bertugas Tangani Karhutla

    Sidokkes Polres Ogan Ilir Periksa Kesehatan 23 Personel Samapta BKO Polda Sumsel yang Bertugas Tangani Karhutla

    OGAN ILIR – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan personel yang berada di garis depan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Sidokkes Polres Ogan Ilir melaksanakan pemeriksaan kesehatan terhadap personel Samapta Polda Sumsel yang diperbantukan atau BKO dalam Operasi Mitigasi Karhutla di wilayah hukum Polres Ogan Ilir, Senin (24/8/2026).

    Sebanyak 23 personel Samapta Polda Sumsel yang terlibat dalam tugas penanganan Karhutla mendapatkan pemeriksaan kesehatan. Personel tersebut terbagi di tiga posko, yakni 8 personel di Posko Pegayut, 7 personel di Posko Rambutan dan 8 personel di Posko Indralaya.

    Kegiatan pemeriksaan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Tim Sidokkes melakukan pemeriksaan tekanan darah, memberikan vitamin dan obat-obatan tambahan sesuai kebutuhan, serta membagikan masker kepada personel.

    Dari hasil pemeriksaan, seluruh personel Samapta Polda Sumsel yang diperiksa berada dalam kondisi baik dan sehat. Petugas Sidokkes juga mengingatkan personel agar tetap menjaga kebugaran selama menjalankan tugas di lapangan, terutama dengan menerapkan pola hidup sehat, mencukupi waktu istirahat dan memperbanyak minum air putih.

    Tidak hanya kepada personel, kepedulian Polri juga diberikan kepada masyarakat yang beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak asap Karhutla. Sidokkes Polres Ogan Ilir membagikan masker kepada mahasiswa, masyarakat dan pengemudi ojek di sekitar gerbang utama Universitas Sriwijaya serta lokasi ojek pangkalan.

    Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kesehatan personel merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pelaksanaan tugas penanganan Karhutla.

    “Personel yang bertugas harus tetap menjaga kesehatan dan kebugaran. Kita ingin seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan maksimal, namun tetap memperhatikan keselamatan dan kondisi kesehatan masing-masing,” ujar Kapolres.

    Kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pembagian masker berlangsung tertib dan lancar. Hal ini menjadi bagian dari upaya Polres Ogan Ilir bersama jajaran Polda Sumsel dalam memastikan penanganan Karhutla berjalan optimal sekaligus memberikan perlindungan kepada personel dan masyarakat. (BN)

  • Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Pemulutan Ilir, 17 Hektare Lahan Terbakar

    Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Pemulutan Ilir, 17 Hektare Lahan Terbakar

    OGAN ILIR – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali dilakukan secara intensif oleh Polres Ogan Ilir bersama tim gabungan di Desa Pemulutan Ilir, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sabtu (22/8/2026).

    Tim gabungan yang terdiri dari personel BKO Polda Sumsel, Polsek Pemulutan, TNI, Manggala Agni, BPBD Ogan Ilir, serta masyarakat bergerak melakukan mitigasi dan pemadaman setelah ditemukan titik api di wilayah tersebut.

    Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 17 hektare. Petugas kemudian melakukan upaya pemadaman dan berhasil mengendalikan api pada area sekitar 6 hektare.

    Proses pemadaman berlangsung hingga sore hari. Kondisi medan yang cukup sulit menjadi tantangan bagi petugas karena lokasi kebakaran berada cukup jauh dari sumber air. Selain itu, titik api yang berada di bagian tengah lahan juga menyulitkan petugas menjangkau sumber api.

    Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan upaya tim gabungan. Sejumlah peralatan dikerahkan, di antaranya mesin pompa air milik Polsek Pemulutan, satu unit mobil rantis Polda Sumsel, serta mesin pompa milik Manggala Agni.

    Dengan kerja sama dan sinergi seluruh unsur, proses pemadaman akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 18.00 WIB, api berhasil dikendalikan dan kondisi di lokasi dinyatakan padam total.

    Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan juga menerima kunjungan Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Kehutanan, Dr. Dwi Januanto Nugroho, S.Hut., M.B.A. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau secara langsung situasi serta penanganan Karhutla di lokasi.

    Kapolsek Pemulutan AKP Nugrah Angga Oktari, S.H., mengatakan keberhasilan pemadaman tidak terlepas dari kerja sama dan sinergi seluruh unsur yang terlibat.

    “Kondisi lokasi cukup sulit karena jauh dari sumber air dan terdapat titik api di bagian tengah lahan. Namun, berkat kerja sama seluruh personel dan dukungan peralatan yang ada, api akhirnya berhasil dipadamkan secara total,” ujar AKP Nugrah Angga.

    Ia menegaskan, jajaran Polsek Pemulutan bersama unsur terkait akan terus melakukan pemantauan di wilayah yang rawan terjadi Karhutla guna mencegah munculnya kembali titik api.

    “Penanganan Karhutla bukan hanya tentang memadamkan api, tetapi juga bagaimana kita bersama-sama mencegah agar kebakaran tidak meluas dan tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat maupun lingkungan,” tambahnya.

    Polres Ogan Ilir juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya Karhutla.

    Sinergi antara Polri, TNI, Manggala Agni, BPBD, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman Karhutla, khususnya di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar.

    Polres Ogan Ilir berkomitmen untuk terus hadir dalam penanganan Karhutla, memperkuat upaya pencegahan, serta memastikan keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan tetap menjadi prioritas. (BN)

  • Bukan Sekadar Patroli, Sat Binmas Polres Ogan Ilir Hadir Berbagi untuk Warga

    Bukan Sekadar Patroli, Sat Binmas Polres Ogan Ilir Hadir Berbagi untuk Warga

    OGAN ILIR – Kepedulian Polri terhadap masyarakat terus diwujudkan Polres Ogan Ilir melalui berbagai kegiatan sosial. Salah satunya program Jumat Berbagi yang dilaksanakan Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Ogan Ilir dengan membagikan makanan kepada warga di Kelurahan Timbangan, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir.

    Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kasat Binmas Polres Ogan Ilir AKP Asmun Zain, S.H., bersama Kanit Bhabinkamtibmas Sat Binmas Ipda Agustian, S.H., Ps. Kanit Polmas Sat Binmas Aiptu Sukaryono, serta sejumlah personel Sat Binmas Polres Ogan Ilir.

    Dalam kegiatan tersebut, personel menyambangi masyarakat secara langsung dan membagikan nasi kotak kepada tukang ojek, pengemudi becak motor (bentor), tukang parkir, serta warga yang ditemui di sekitar lokasi.

    Kegiatan Jumat Berbagi tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga menjadi sarana bagi personel kepolisian untuk mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi dengan masyarakat.

    Melalui interaksi secara langsung, personel dapat mendengarkan berbagai keluhan maupun aspirasi warga sekaligus memperkuat hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat.

    Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kondisi sosial warga.

    “Polri hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan pelayanan keamanan, tetapi juga untuk berbagi dan membangun kedekatan dengan masyarakat. Hal sederhana seperti berbagi makanan di hari Jumat diharapkan dapat memberikan manfaat dan menghadirkan kebahagiaan bagi warga,” ujar AKBP Rizka Aprianti.

    Menurutnya, kedekatan antara polisi dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif. Komunikasi yang terjalin dengan baik diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.

    “Kami ingin hubungan Polri dengan masyarakat semakin dekat. Dengan komunikasi yang baik dan kepedulian yang terus dibangun, bersama-sama kita dapat menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif,” tambahnya.

    Sementara itu, Kasat Binmas Polres Ogan Ilir AKP Asmun Zain, S.H., mengatakan program Jumat Berbagi akan terus dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sekaligus sarana untuk mendekatkan personel dengan masyarakat.

    Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi personel Sat Binmas untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat serta menyerap berbagai aspirasi yang berkembang di lapangan.

    “Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri selalu hadir di tengah masyarakat. Semoga apa yang kami berikan dapat bermanfaat dan menjadi penyemangat bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ungkapnya.

    Sambutan hangat dan senyum masyarakat yang menerima bantuan menjadi semangat tersendiri bagi personel Sat Binmas untuk terus melakukan kegiatan yang memberikan manfaat secara langsung kepada warga.

    Kegiatan Jumat Berbagi berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh keakraban. Situasi Kamtibmas di Kelurahan Timbangan, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, selama kegiatan berlangsung terpantau aman dan kondusif.

    Melalui kegiatan tersebut, Polres Ogan Ilir berharap kehadiran Polri semakin dirasakan masyarakat serta hubungan kemitraan antara kepolisian dan warga dapat terus terjalin dengan baik. (BN)

  • Polres Ogan Ilir Sisir Titik Rawan di Malam Hari, Gangguan Kamtibmas hingga Karhutla Dibidik

    Polres Ogan Ilir Sisir Titik Rawan di Malam Hari, Gangguan Kamtibmas hingga Karhutla Dibidik

    OGAN ILIR – Polres Ogan Ilir terus memperkuat upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui kegiatan Patroli Perintis Presisi. Pada Sabtu malam (22/8/2026), personel Sat Samapta Polres Ogan Ilir menyisir sejumlah lokasi yang dinilai rawan gangguan Kamtibmas di wilayah hukumnya.

    Patroli yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB tersebut dipimpin Kanit Patroli Aipda Beni Harmoko bersama personel patroli R4, Bripka Albert Arif dan Bripda Aryahiyyah QQ.

    Dalam kegiatan tersebut, personel menyambangi sejumlah lokasi, mulai dari kawasan Polres Ogan Ilir, ATM Bank Sumsel Babel, rumah kos mahasiswa, minimarket, hingga lokasi lain yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

    Patroli dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan Kamtibmas, seperti pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), balap liar, pungutan liar (pungli), premanisme, serta gangguan keamanan lainnya.

    Kehadiran personel di lapangan juga bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Selain itu, petugas mengingatkan warga untuk tetap tertib berlalu lintas serta bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.

    Tidak hanya berfokus pada gangguan Kamtibmas, personel turut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), khususnya ketika melintasi wilayah dengan lahan terbuka maupun kawasan yang rawan terjadi kebakaran.

    Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan Patroli Perintis Presisi merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri dalam mencegah gangguan keamanan sebelum berkembang menjadi suatu kejadian.

    “Patroli bukan hanya untuk merespons gangguan Kamtibmas, tetapi juga sebagai upaya pencegahan. Kami ingin masyarakat merasa aman ketika beraktivitas, terutama pada malam hari,” ujar AKBP Rizka.

    Kapolres juga menegaskan bahwa personel di lapangan diminta tidak hanya berfokus pada potensi tindak kriminal, tetapi turut memperhatikan kondisi lingkungan serta melakukan deteksi dini apabila menemukan indikasi Karhutla.

    “Di tengah meningkatnya risiko Karhutla, setiap personel harus memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Apabila ditemukan asap atau titik api, segera lakukan pengecekan dan penanganan sesuai kondisi di lapangan,” tegasnya.

    Ia turut mengimbau masyarakat, khususnya pelajar dan anak muda, agar tidak melakukan aktivitas yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya, termasuk aksi balap liar.

    “Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan. Jangan melakukan balap liar, jangan membawa kendaraan secara ugal-ugalan, dan segera laporkan kepada kepolisian apabila melihat adanya gangguan Kamtibmas,” imbaunya.

    Menurut Kapolres, kegiatan patroli akan terus ditingkatkan secara berkala sebagai bagian dari strategi pemeliharaan Kamtibmas di wilayah Kabupaten Ogan Ilir.

    “Kami ingin memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman, nyaman, dan tertib. Polri akan terus hadir di lapangan untuk mencegah gangguan Kamtibmas sekaligus menjaga wilayah Ogan Ilir tetap kondusif,” pungkasnya.

    Melalui Patroli Perintis Presisi, Polres Ogan Ilir berkomitmen memperkuat kehadiran polisi di tengah masyarakat, mencegah potensi kejahatan, menjaga ketertiban lalu lintas, serta meningkatkan deteksi dini terhadap potensi Karhutla.

    Dengan patroli yang dilakukan secara konsisten dan humanis, diharapkan situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polres Ogan Ilir senantiasa aman, tertib, dan kondusif. (BN)

  • Kabut Asap Karhutla Ganggu Aktivitas di Indralaya Utara, PGK Ogan Ilir Desak Penegakan Hukum

    Kabut Asap Karhutla Ganggu Aktivitas di Indralaya Utara, PGK Ogan Ilir Desak Penegakan Hukum

    OGAN ILIR – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut terutama dirasakan di kawasan sekitar Kampus Universitas Sriwijaya (Unsri), yang menjadi pusat aktivitas mahasiswa, masyarakat, pelaku UMKM, hingga pengemudi ojek kampus.

    Asap yang menyelimuti sejumlah kawasan membuat kondisi udara menjadi tidak nyaman. Jarak pandang pengguna jalan juga turut terganggu, sehingga masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan harus menghadapi kondisi yang kurang bersahabat.

    Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kawasan terdampak berada di sekitar pusat pendidikan dan aktivitas ekonomi masyarakat. Pengendara sepeda motor, khususnya pengemudi ojek kampus, menjadi salah satu kelompok yang harus berhadapan langsung dengan kondisi tersebut setiap hari.

    Salah seorang pengemudi ojek kampus KUYJEK, M. Irham Hafiz, mengaku aktivitasnya sangat terganggu akibat kabut asap. Menurutnya, para pengemudi ojek tidak memiliki banyak pilihan selain tetap bekerja meskipun kondisi udara dan jarak pandang kurang mendukung.

    “Kami sangat terganggu dengan adanya asap kabut ini. Selain mengganggu aktivitas, kondisi seperti ini membahayakan semua kalangan yang beraktivitas di sekitar kampus Unsri, terutama pengendara yang harus berada di jalan,” ujar M. Irham Hafiz.

    Dampak kabut asap juga dirasakan pelaku UMKM dan masyarakat lokal yang beraktivitas di sekitar kawasan kampus. Kondisi udara yang dipenuhi asap membuat aktivitas di luar ruangan menjadi kurang nyaman dan menimbulkan kekhawatiran apabila kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama.

    Di tengah kondisi tersebut, Ketua Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Cabang Ogan Ilir, Dwi Surya Mandala, mendesak aparat penegak hukum agar tidak hanya fokus pada pemadaman, tetapi juga mengusut penyebab terjadinya Karhutla.

    Ia meminta kepolisian segera melakukan penyelidikan dan mengambil tindakan tegas apabila ditemukan pihak yang dengan sengaja maupun karena kelalaiannya menyebabkan terjadinya kebakaran.

    “Untuk segera mungkin menindak tegas, bagi aparat kepolisian untuk segera mungkin menindaklanjuti oknum Karhutla ini. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegas Dwi Surya Mandala.

    Dwi juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ogan Ilir yang telah berupaya melakukan penanganan dan pemadaman di lokasi Karhutla.

    “Saya mengucapkan terima kasih kepada Damkar Kabupaten Ogan Ilir yang telah berjuang memadamkan Karhutla ini. Semoga api dapat segera dipadamkan dan masyarakat kembali dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” katanya.

    Menurutnya, persoalan Karhutla tidak semestinya hanya dilihat sebagai persoalan pemadaman api. Ketika asap mulai mengganggu aktivitas masyarakat, pengguna jalan, pelaku UMKM, hingga lingkungan pendidikan, persoalan tersebut telah menyentuh kepentingan publik yang membutuhkan penanganan serius dan cepat.

    Masyarakat juga berharap penanganan Karhutla dilakukan secara menyeluruh. Selain memastikan titik api segera dikendalikan, aparat diharapkan melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran serta pihak yang bertanggung jawab apabila ditemukan unsur kesengajaan maupun kelalaian.

    Kabut asap yang menyelimuti kawasan Indralaya Utara menjadi pengingat bahwa persoalan Karhutla bukan hanya menyangkut lahan yang terbakar. Dampaknya dapat meluas hingga mengganggu aktivitas pendidikan, perekonomian masyarakat, keselamatan pengguna jalan, serta kenyamanan warga.

    Karena itu, masyarakat mendesak pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan instansi terkait bergerak cepat. Upaya pemadaman diharapkan berjalan beriringan dengan pencegahan dan penegakan hukum agar Karhutla tidak terus berulang dan masyarakat kembali menjadi pihak yang paling dirugikan.

    Hingga kini, masyarakat berharap kondisi kabut asap di wilayah Indralaya Utara segera membaik. Penanganan terhadap penyebab serta pihak yang bertanggung jawab atas Karhutla juga diharapkan tidak berhenti pada pemadaman semata. (BN)

  • Angkutan Tanah dan Pasir Bermuatan Terbuka Disorot, DPD PGK Ogan Ilir Desak Penindakan

    Angkutan Tanah dan Pasir Bermuatan Terbuka Disorot, DPD PGK Ogan Ilir Desak Penindakan

    OGAN ILIR – Persoalan kendaraan pengangkut tanah dan pasir yang melintas dengan muatan terbuka kembali menjadi sorotan masyarakat di Kabupaten Ogan Ilir. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

    Keluhan mengenai kendaraan angkutan tanah dan pasir yang tidak menutup muatannya disebut telah berlangsung cukup lama. Material yang dibawa dalam bak kendaraan terbuka dapat beterbangan dan menimbulkan debu di sepanjang jalan.

    Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu kualitas udara serta kenyamanan masyarakat. Selain itu, material yang beterbangan juga berpotensi mengurangi jarak pandang pengendara, khususnya pengguna sepeda motor.

    Ketua DPD PGK Ogan Ilir, DS. Mandala, S.E., menilai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Menurutnya, ketentuan mengenai pengangkutan material seperti tanah dan pasir telah diatur dalam Peraturan Gubernur Sumatera Selatan Nomor 44 Tahun 2022 tentang Pengawasan Muatan Angkutan Barang.

    “Tujuannya jelas: melindungi pengendara lain dari debu yang mengganggu pandangan serta mencegah ceceran tanah atau batu yang membahayakan keselamatan, terutama pengendara motor,” ujarnya.

    Ia menilai kondisi di lapangan menunjukkan masih adanya kendaraan yang mengangkut material dengan bak terbuka tanpa penutup sebagaimana mestinya.

    Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPD PGK Ogan Ilir, Jilly, mempertanyakan langkah penegakan aturan terhadap kendaraan-kendaraan tersebut.

    “Kami bingung, setiap hari mobil tanah dan pasir melintas dengan muatan terbuka di sini—tetapi di mana tindakannya? Tidak ada tilang, tidak ada kendaraan yang ditahan. Satlantas maupun Dishub seolah diam saja,” ungkapnya.

    Menurut Jilly, persoalan tersebut tidak seharusnya dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan masyarakat sebagai pengguna jalan.

    DPD PGK Ogan Ilir pun berencana mengambil langkah dengan mengajukan permohonan audiensi kepada Kapolres Ogan Ilir. Audiensi tersebut diharapkan menjadi ruang untuk menyampaikan aspirasi masyarakat sekaligus membahas langkah konkret dalam menangani kendaraan angkutan tanah dan pasir yang dinilai melanggar ketentuan.

    “Kami berharap pertemuan ini bukan sekadar basa-basi, tetapi ada tindakan nyata dan tegas. Masyarakat ingin jalan di Ogan Ilir aman, bersih, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan,” pungkas Jilly.

    DPD PGK Ogan Ilir berharap pihak kepolisian dan instansi terkait dapat meningkatkan pengawasan serta mengambil langkah sesuai ketentuan terhadap kendaraan angkutan yang tidak memenuhi aturan, sehingga potensi gangguan keselamatan dan pencemaran lingkungan akibat ceceran maupun debu material dapat diminimalkan. (BN)

  • Strong Point Pagi Polsek Rantau Alai, Polisi Kawal Aktivitas Warga dan Pelajar

    Strong Point Pagi Polsek Rantau Alai, Polisi Kawal Aktivitas Warga dan Pelajar

    Ogan Ilir – Dalam upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas), personel Polsek Rantau Alai melaksanakan kegiatan Strong Point Pagi di sejumlah titik yang dinilai rawan kecelakaan dan kemacetan di wilayah hukumnya, Rabu (19/8/2026).

    Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 06.30 WIB tersebut melibatkan empat personel Polsek Rantau Alai. Personel ditempatkan di sejumlah lokasi yang ramai aktivitas masyarakat, khususnya pada jam sibuk pagi hari.

    Beberapa titik pengamanan di antaranya berada di depan SMA Negeri 1 Rantau Alai dan Simpang Tiga Desa Mekarsari. Kehadiran personel bertujuan membantu kelancaran arus lalu lintas sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang beraktivitas serta para pelajar yang berangkat ke sekolah.

    Selain melakukan pengaturan lalu lintas, personel juga melaksanakan patroli dan penjagaan di sejumlah lokasi yang dianggap rawan kecelakaan maupun kemacetan. Petugas turut memberikan teguran kepada pengguna jalan yang melakukan pelanggaran serta menyampaikan imbauan agar masyarakat senantiasa tertib dan mengutamakan keselamatan dalam berlalu lintas.

    Kapolsek Rantau Alai Iptu M. Ibnu Irfan, S.H., mengatakan kegiatan Strong Point Pagi merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, terutama pada waktu aktivitas masyarakat mulai meningkat.

    “Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, mengutamakan keselamatan, serta tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” ujar Kapolsek.

    Berdasarkan hasil kegiatan, situasi arus lalu lintas di sepanjang wilayah hukum Polsek Rantau Alai terpantau aman, lancar, dan kondusif.

    Polsek Rantau Alai berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat sebagai upaya menciptakan situasi Kamtibmas serta Kamseltibcar Lantas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah hukumnya. (BN)

  • Keributan Soal Mesin Air Berujung Penusukan, Pria 80 Tahun Diproses Polsek Tanjung Raja

    Keributan Soal Mesin Air Berujung Penusukan, Pria 80 Tahun Diproses Polsek Tanjung Raja

    Ogan Ilir – Personel Unit Reskrim Polsek Tanjung Raja, Polres Ogan Ilir, mengungkap kasus dugaan tindak pidana penganiayaan yang terjadi di Desa Kotadaro I, Kecamatan Rantau Panjang, Kabupaten Ogan Ilir.

    Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan seorang tersangka berinisial HH (80), warga Dusun III RT 06, Desa Penyandingan, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir.

    Peristiwa penganiayaan terjadi pada Selasa, 11 Agustus 2026, sekitar pukul 10.30 WIB, di rumah korban Leonardi (26), di Desa Kotadaro I, Kecamatan Rantau Panjang.

    Kasus tersebut bermula dari persoalan mesin air yang mengalami kerusakan. Sebelumnya, korban dan tersangka sempat berembuk untuk patungan membeli mesin air baru. Namun, permasalahan muncul setelah istri tersangka menyatakan tidak bersedia ikut patungan dan meminta korban untuk tidak lagi tinggal di rumah tersebut.

    Saat korban sedang memperbaiki mobil di rumahnya, tersangka datang sambil membawa sebilah pisau dapur. Tersangka kemudian menusukkan pisau tersebut ke bagian bawah ketiak sebelah kanan korban.

    Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka tusuk dan mendapatkan perawatan medis di RS Mohammad Hoesin Palembang. Pihak keluarga korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polsek Tanjung Raja.

    Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Tanjung Raja melakukan serangkaian penyelidikan. Pada Minggu, 16 Agustus 2026, tersangka dipanggil untuk menjalani pemeriksaan di Polsek Tanjung Raja.

    Dalam pemeriksaan, tersangka mengakui perbuatannya. Sementara itu, sebilah pisau dapur yang diduga digunakan dalam aksi penganiayaan tersebut belum berhasil ditemukan karena tersangka mengaku sudah tidak mengetahui keberadaannya.

    Kapolsek Tanjung Raja AKP Sondi Fraguna, S.H., M.Si., melalui Unit Reskrim, menyampaikan bahwa proses penyidikan masih terus dilakukan untuk melengkapi administrasi penyidikan serta mengamankan barang bukti.

    Dalam perkara tersebut, polisi telah mengamankan barang bukti berupa satu helai baju kaos milik korban yang berlumuran darah dan satu lembar surat visum.

    Tersangka diproses terkait dugaan tindak pidana penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

    Terhadap tersangka yang telah lanjut usia dan dinilai kooperatif selama menjalani pemeriksaan, penyidik mempertimbangkan permohonan dari pihak keluarga sehingga tersangka tidak dilakukan penahanan. Meski demikian, proses hukum terhadap tersangka tetap berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    Selanjutnya, Polsek Tanjung Raja akan melengkapi administrasi penyidikan serta terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengamankan barang bukti yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut. (BN)

  • Antisipasi Pencurian di Rumah Kos dan Gangguan Kamtibmas, Patroli Samapta Polres Ogan Ilir Digencarkan

    Antisipasi Pencurian di Rumah Kos dan Gangguan Kamtibmas, Patroli Samapta Polres Ogan Ilir Digencarkan

    Ogan Ilir — Satuan Samapta Polres Ogan Ilir terus meningkatkan kegiatan patroli Perintis Presisi sebagai langkah preventif dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), termasuk tindak pencurian di kawasan rumah kos.

    Patroli dilaksanakan pada Selasa (18/8/2026), mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, dengan menyasar sejumlah lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat di wilayah hukum Polres Ogan Ilir.

    Kegiatan tersebut dipimpin Kanit Patroli Aipda Beni Harmoko bersama personel patroli Brigadir Dimas Arjun dan Bripda Rifki.

    Dalam pelaksanaannya, personel melaksanakan patroli secara mobile dengan menyambangi sejumlah lokasi, di antaranya kawasan rumah kos, SPBU, perbankan, minimarket, serta lokasi lain yang dinilai membutuhkan kehadiran personel kepolisian.

    Patroli tersebut tidak hanya difokuskan untuk mengantisipasi pencurian di rumah kos dan kawasan permukiman, tetapi juga berbagai potensi gangguan Kamtibmas lainnya, seperti 3C (curat, curas, dan curanmor), balap liar, pungutan liar (pungli), premanisme, serta gangguan keamanan lainnya.

    Selain melakukan pemantauan, personel juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar senantiasa waspada terhadap lingkungan sekitar dan meningkatkan pengamanan terhadap barang-barang berharga.

    Khusus bagi penghuni rumah kos, personel mengingatkan agar selalu memastikan pintu kamar dalam kondisi terkunci saat meninggalkan tempat serta tidak meninggalkan kendaraan tanpa pengamanan.

    Kasat Samapta Polres Ogan Ilir AKP Sutopo mengatakan, patroli Perintis Presisi merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

    “Patroli ini kami tingkatkan sebagai langkah pencegahan. Kami mengantisipasi berbagai potensi gangguan Kamtibmas, termasuk pencurian di rumah kos, curanmor, premanisme, pungli, dan balap liar. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujarnya.

    Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas atau situasi yang mencurigakan di lingkungan sekitar.

    Melalui kegiatan patroli tersebut, Sat Samapta Polres Ogan Ilir berkomitmen menjaga situasi Kamtibmas agar tetap aman, nyaman, dan kondusif, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang di wilayah hukum Polres Ogan Ilir. (BN)

  • Meriahkan HUT RI ke-81, SD Negeri 02 Indralaya Utara Gelar Pawai Karnaval

    Meriahkan HUT RI ke-81, SD Negeri 02 Indralaya Utara Gelar Pawai Karnaval

    OGAN ILIR – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-81, SD Negeri 02 Indralaya Utara menggelar pawai karnaval pada Selasa (18/8/2026). Kegiatan berlangsung meriah dengan diikuti para murid yang tampil antusias untuk memeriahkan momentum kemerdekaan sekaligus menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap bangsa Indonesia.

    Beragam pakaian dan kostum ditampilkan dalam pawai tersebut. Para murid mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, pakaian profesi seperti TNI dan Polri, kostum bertema pejuang kemerdekaan, hingga pakaian yang menggambarkan sosok guru.

    Bagi para murid, guru merupakan sosok pejuang tanpa tanda jasa yang memiliki peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa serta membentuk karakter generasi penerus.

    Keberagaman kostum yang ditampilkan pun menjadi gambaran kekayaan adat dan budaya Indonesia yang harus terus dikenalkan kepada generasi muda sejak dini.

    Plt. Kepala SD Negeri 02 Indralaya Utara, Uswatun Khasanah, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar pawai untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi para murid untuk mengenal keberagaman budaya Indonesia.

    “Ini bukan sekadar karnaval. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengingatkan anak-anak bahwa Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan adat, budaya, bahasa, pakaian tradisional, dan keberagaman,” ujar Uswatun Khasanah.

    Menurutnya, setiap pakaian adat yang dikenakan para murid memiliki cerita, nilai, dan identitas budaya yang penting untuk dikenali, dicintai, serta dilestarikan sejak dini.

    Uswatun Khasanah menambahkan, semangat kemerdekaan perlu ditanamkan kepada para murid melalui kegiatan yang edukatif, kreatif, dan menyenangkan. Kemerdekaan yang dirasakan masyarakat saat ini merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang harus terus dikenang oleh generasi penerus.

    “Kami ingin anak-anak memahami bahwa keberagaman bukan alasan untuk terpecah, tetapi merupakan kekayaan yang membuat Indonesia semakin kuat. Semoga kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa nasionalisme, kecintaan terhadap budaya Indonesia, serta semangat untuk menjadi generasi penerus yang mampu menjaga dan melestarikan warisan bangsa,” tuturnya.

    Pada kesempatan tersebut, Uswatun Khasanah juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh orang tua murid yang telah berpartisipasi dalam mempersiapkan anak-anak mengikuti pawai karnaval.

    Menurutnya, dukungan orang tua terlihat dari berbagai persiapan, mulai dari menyiapkan pakaian, merias anak-anak, hingga memberikan semangat selama kegiatan berlangsung.

    “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh orang tua murid yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan perhatian untuk mempersiapkan anak-anak mengikuti kegiatan ini. Dukungan orang tua sangat luar biasa. Kebersamaan antara sekolah, murid, dan orang tua inilah yang membuat kegiatan HUT RI ke-81 menjadi lebih meriah, bermakna, dan penuh kebahagiaan,” pungkasnya.

    Melalui pawai karnaval tersebut, SD Negeri 02 Indralaya Utara berharap semangat kemerdekaan dapat terus tumbuh dalam diri para murid, tidak hanya melalui perayaan, tetapi juga melalui kecintaan terhadap budaya, persatuan, dan nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini. (BN)

You cannot copy content of this page