Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Pemulutan Ilir, 17 Hektare Lahan Terbakar

OGAN ILIR – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali dilakukan secara intensif oleh Polres Ogan Ilir bersama tim gabungan di Desa Pemulutan Ilir, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sabtu (22/8/2026).

Tim gabungan yang terdiri dari personel BKO Polda Sumsel, Polsek Pemulutan, TNI, Manggala Agni, BPBD Ogan Ilir, serta masyarakat bergerak melakukan mitigasi dan pemadaman setelah ditemukan titik api di wilayah tersebut.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 17 hektare. Petugas kemudian melakukan upaya pemadaman dan berhasil mengendalikan api pada area sekitar 6 hektare.

Proses pemadaman berlangsung hingga sore hari. Kondisi medan yang cukup sulit menjadi tantangan bagi petugas karena lokasi kebakaran berada cukup jauh dari sumber air. Selain itu, titik api yang berada di bagian tengah lahan juga menyulitkan petugas menjangkau sumber api.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan upaya tim gabungan. Sejumlah peralatan dikerahkan, di antaranya mesin pompa air milik Polsek Pemulutan, satu unit mobil rantis Polda Sumsel, serta mesin pompa milik Manggala Agni.

Dengan kerja sama dan sinergi seluruh unsur, proses pemadaman akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 18.00 WIB, api berhasil dikendalikan dan kondisi di lokasi dinyatakan padam total.

Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan juga menerima kunjungan Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Kehutanan, Dr. Dwi Januanto Nugroho, S.Hut., M.B.A. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau secara langsung situasi serta penanganan Karhutla di lokasi.

Kapolsek Pemulutan AKP Nugrah Angga Oktari, S.H., mengatakan keberhasilan pemadaman tidak terlepas dari kerja sama dan sinergi seluruh unsur yang terlibat.

“Kondisi lokasi cukup sulit karena jauh dari sumber air dan terdapat titik api di bagian tengah lahan. Namun, berkat kerja sama seluruh personel dan dukungan peralatan yang ada, api akhirnya berhasil dipadamkan secara total,” ujar AKP Nugrah Angga.

Ia menegaskan, jajaran Polsek Pemulutan bersama unsur terkait akan terus melakukan pemantauan di wilayah yang rawan terjadi Karhutla guna mencegah munculnya kembali titik api.

“Penanganan Karhutla bukan hanya tentang memadamkan api, tetapi juga bagaimana kita bersama-sama mencegah agar kebakaran tidak meluas dan tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat maupun lingkungan,” tambahnya.

Polres Ogan Ilir juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya Karhutla.

Sinergi antara Polri, TNI, Manggala Agni, BPBD, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman Karhutla, khususnya di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar.

Polres Ogan Ilir berkomitmen untuk terus hadir dalam penanganan Karhutla, memperkuat upaya pencegahan, serta memastikan keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan tetap menjadi prioritas. (BN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page