Palembang – PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang berencana membangun Pabrik III B sebagai tambahan dari pabrik I dan II yang sudah ada. Pembangunan pabrik di perkirakan memakan anggaran senilai Rp11 triliun ini akan dilaksanakan oleh dua perusahaan: Wuhuan Engineering Co., Ltd., perusahaan teknik internasional yang berbasis di China, dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk, yang hanya mendapatkan kontrak senilai Rp1,2 triliun dari total proyek.
Wuhuan Engineering Co., Ltd., yang akan menjadi pelaksana utama konstruksi, dikenal sebagai perusahaan teknik yang menggabungkan penelitian dan pengembangan, teknologi teknik, layanan konstruksi, hingga operasi industri. Perusahaan ini memiliki kantor perwakilan di Gedung Bakrie Tower, Jakarta Selatan.
Namun, proyek besar ini memicu kontroversi karena PT Pusri dikabarkan berencana mendatangkan 1000 hingga 3000 tenaga kerja asing (TKA) asal China untuk pembangunan Pabrik III B.
Padahal, tingkat pengangguran di Kota Palembang masih tinggi, dan banyak pihak mempertanyakan mengapa kesempatan kerja tidak diberikan kepada tenaga lokal.
Sementara itu, saat ini Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Palembang tengah mengadakan acara job fair di Golden Sriwijaya 13 November 2024. yang diharapkan bisa membuka lebih banyak peluang kerja bagi warga, namun pada kesempatan itu Disnaker tidak membuka peluang kerja di pembangunan PT Pusri.
Sayangnya, pembangunan Pabrik III B PT Pusri dikabarkan tidak membuka lowongan pekerjaan bagi masyarakat lokal, menimbulkan kecurigaan adanya indikasi “main mata” antara Disnaker dan PT Pusri.
Masyarakat Palembang pun menuntut transparansi dan perhatian lebih terhadap potensi tenaga kerja lokal, berharap proyek besar seperti ini bisa mengurangi pengangguran di kota mereka.(Tim 7)






