Pendidikan Digadaikan Keserakahan: Mahasiswa Hukum Sjakhyakirti Siap “Lumpuhkan” Kampus, Tuntut Ganti Rugi Total!

PALEMBANG – Aroma kehancuran semakin menyengat di lingkungan Universitas Sjakhyakirti. Isu penutupan kampus legendaris yang berlokasi di Jalan Sultan M. Mansyur ini bukan lagi sekadar isapan jempol. Terhimpit sanksi administratif dari LLDIKTI akibat dualisme kepengurusan dan konflik internal yang tak kunjung padam, masa depan ribuan mahasiswa kini berada di ujung tanduk.

Merespons ketidakpastian tersebut, mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Sjakhyakirti dikabarkan tengah menggalang kekuatan besar. Mereka berencana menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran dalam waktu dekat untuk menuntut pertanggungjawaban mutlak dari pihak fakultas dan universitas.

Mahasiswa: “Masa Depan Kami Digadaikan!”

Konflik perebutan kekuasaan antara dua kubu di tingkat yayasan dianggap sebagai akar dari “kiamat” akademik ini. Mahasiswa merasa menjadi korban paling nyata dari egoisme para petinggi kampus.

“Kami merasa masa depan akademik kami digadaikan oleh konflik internal birokrasi. Karena keserakahan oknum, pendidikan kami tergadaikan!” ujar salah satu koordinator aksi mahasiswa FH dengan nada geram.

Bagi para calon penegak hukum ini, diam bukan lagi pilihan. Mereka menilai pihak kampus telah gagal menjalankan amanah pendidikan dan justru menjerumuskan mahasiswa ke dalam ketidakpastian status legalitas ijazah dan perkuliahan.

Tuntutan Radikal: Kembalikan Uang atau Pindahkan!

Aksi yang diprediksi akan berlangsung panas dan alot ini membawa tuntutan yang tidak main-main. Jika kampus memang tidak bisa lagi diselamatkan dari sanksi LLDIKTI, mahasiswa menuntut skema “penebusan dosa” dari pihak birokrasi:

Pengembalian Dana Total: Meminta seluruh biaya pendidikan yang telah dibayarkan dikembalikan tanpa potongan.

Relokasi Mahasiswa: Mendesak pihak Fakultas Hukum untuk memfasilitasi pemindahan mahasiswa ke universitas lain yang tidak bermasalah.

Tanggung Biaya Pindahan: Seluruh biaya administrasi dan selisih biaya di kampus baru wajib ditanggung sepenuhnya oleh pihak Fakultas Hukum Sjakhyakirti sebagai bentuk tanggung jawab moral dan hukum.

Situasi Memanas

Hingga berita ini diturunkan, pihak universitas belum memberikan pernyataan resmi terkait ancaman aksi besar-besaran ini. Namun, suhu di dalam kampus dilaporkan terus mendidih. Mahasiswa FH menegaskan bahwa mereka tidak akan menerima janji manis atau diplomasi kosong.

“Ini adalah bentuk tanggung jawab pihak kampus untuk menebus kesalahan mereka. Jika mereka bisa berebut kekuasaan, mereka juga harus bisa bertanggung jawab atas nasib kami!” tegasnya.

Akankan gedung Universitas Sjakhyakirti menjadi saksi bisu runtuhnya sebuah institusi akibat keserakahan internal? Ataukah pihak yayasan akhirnya melunak demi menyelamatkan nasib mahasiswa? Satu yang pasti, gelombang perlawanan mahasiswa Hukum sudah di depan mata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed