Strategi Humanis Polri: Polda Sumsel Integrasikan Zero Waste dan Pengamanan Lebaran di Jalur Mudik

INDRALAYA, OGAN ILIR – Menjelang hiruk-pikuk arus mudik Lebaran 2026, Polda Sumatera Selatan melakukan langkah terobosan yang melampaui tugas konvensional kepolisian. Melalui Program BELIDA (Bersih Lingkungan dan ASRI), korps Bhayangkara ini mengintegrasikan isu ekologi dengan keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Terminal Timbangan Indralaya, Ogan Ilir, Sabtu (28/2/2026).

Langkah ini bukan sekadar aksi bersih-bersih seremonial. Dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., kegiatan ini merupakan manifestasi dukungan terhadap Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dicanangkan Presiden RI, sekaligus menjadi strategi preventif operasional menjelang Operasi Ketupat 2026.

Sinergi Lintas Sektoral di Titik Vital

Kehadiran tokoh-tokoh kunci seperti Gubernur Sumsel H. Herman Deru, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rony Samtana, hingga Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar, menegaskan bahwa masalah lingkungan adalah tanggung jawab kolektif. Fokus utama aksi ini menyasar urat nadi mobilitas masyarakat: jalur utama mudik, sistem drainase, hingga ruang publik.

“Program BELIDA adalah wujud komitmen Polda Sumsel dalam mendukung kebijakan nasional sekaligus menghadirkan manfaat nyata. Lingkungan yang bersih dan tertata adalah fondasi dari stabilitas keamanan dan keselamatan publik,” tegas Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Bukan Sekadar Estetika, Tapi Keselamatan

Taji dari program ini terlihat pada eksekusi lapangan. Personel kepolisian bersama Forkopimda tidak hanya mengangkut sampah, tetapi juga melakukan penambalan jalan berlubang dan penataan drainase. Secara teknis, langkah ini efektif menekan dua risiko utama mudik: banjir yang memicu kemacetan dan kerusakan jalan yang menjadi faktor determinan kecelakaan lalu lintas.

Di sisi lain, Polda Sumsel menyisipkan edukasi visioner melalui prinsip Zero Waste berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Polri berusaha mengubah paradigma masyarakat agar mengelola sampah sejak dari sumbernya, mengingat tantangan konsumsi yang melonjak tajam setiap masa libur hari raya.

Transformasi Budaya dan Kepercayaan Publik

Melalui Program BELIDA, Polri menunjukkan sisi humanisnya. Kehadiran polisi yang turun langsung membersihkan saluran air dan memperbaiki fasilitas publik diyakini mampu meningkatkan indeks kepercayaan masyarakat (public trust) secara signifikan.

Kegiatan yang ditutup dengan konsolidasi internal dan buka puasa bersama ini mengirimkan pesan kuat: Bahwa pengamanan Lebaran tahun ini dimulai dari lingkungan yang bersih. Polda Sumsel membuktikan bahwa menjaga keamanan tidak selalu tentang patroli bersenjata, tetapi juga tentang memastikan selokan tidak tersumbat dan jalanan siap dilalui para pemudik dengan aman dan nyaman.(BN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *