Musi Banyuasin (Muba) – Dalam Rapat Koordinasi Daerah Kesejahteraan Sosial di Opproom Pemkab Muba, Selasa (3/12/2024), Sekda Muba Apriyadi Mahmud menegaskan komitmen pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan. Ia menyebut angka kemiskinan ekstrem Muba turun dari 0,96% pada 2023 menjadi 0,47% pada 2024.
Rapat yang dibuka Pj Bupati Muba, H. Sandi Fahlepi, dihadiri Forkopimda, OPD, dan stakeholder terkait. Dalam rapat, Apriyadi memaparkan keberhasilan program seperti Bantu Umak, Bantu Ubak, dan bantuan rumah, serta target menurunkan angka kemiskinan menjadi 8-9% pada 2025. Namun, beberapa warga penerima bantuan sosial mengaku belum menerima bantuan secara nyata.
Seorang warga menyatakan, “Kami hanya menerima surat simbolis, tidak ada bantuan dana usaha seperti yang dijanjikan.” Kekecewaan ini mencuat ke publik karena bantuan yang diumumkan pemerintah berbeda dengan kenyataan di lapangan.
Kepala Dinas Sosial Muba, Ardiansyah, melaporkan bahwa pada 2024 angka kemiskinan tercatat 12,88% dari total 720.545 jiwa, dan tujuh program unggulan diluncurkan untuk mengatasi masalah ini. Namun, masyarakat meminta transparansi dan tindak lanjut dari pihak terkait.
Kejaksaan Negeri Muba juga diminta memeriksa dugaan penyimpangan anggaran bantuan sosial, mengingat defisit anggaran yang dilaporkan semakin besar di akhir 2024. Media dan masyarakat mendesak Pemkab Muba untuk bertindak tegas demi menciptakan pemerintahan bersih dan transparan.(Tim 7)












