Diduga Penuh Tekanan, Mus Korban Pemerasan Oknum Kanit Intel Polsek Air Kumbang Berikan Klarifikasi Berbalik Arah 

Banyuasin — Polemik dugaan rekayasa kasus dan pemerasan yang menyeret oknum Kanit Intel Polsek Air Kumbang kembali memanas.

Musban, pria yang sebelumnya dikabarkan menjadi korban penyiksaan, perampokan, dan pemerasan oleh oknum aparat, akhirnya muncul ke hadapan publik memberikan pernyataan. Namun, klarifikasi yang ia sampaikan justru menimbulkan lebih banyak tanda tanya.

 

Dalam pernyataannya, Musban menyebut bahwa seluruh pemberitaan mengenai dirinya sebagai korban rekayasa kasus adalah hoax. Pernyataan ini bertolak belakang dengan informasi awal yang beredar, termasuk pengakuan keluarga dan keterangan warga sekitar yang sempat menguatkan dugaan adanya tindakan represif yang dilakukan oknum polisi.

 

Sebelum kemunculan Musban, sumber internal menyebutkan bahwa ia sempat menjadi buruan pihak kepolisian. Keberadaannya sulit dilacak selama beberapa hari. Kemunculan mendadaknya untuk memberikan klarifikasi pun memicu dugaan bahwa Musban berada dalam tekanan saat menyampaikan pernyataan tersebut.

Padahal, dari rekaman dan keterangan sebelumnya, Musban disebut pernah mengaku menjadi korban pemerasan dan penganiayaan setelah rumahnya digerebek dalam operasi penindakan narkotika di kawasan Air Kumbang. Ia bahkan sempat dikabarkan dipaksa mengakui diri sebagai bandar sabu berdasarkan pengakuan seorang pemakai narkoba.

 

Kini, Musban justru menyatakan semua itu tidak benar. Perubahan drastis inilah yang membuat publik bertanya-tanya.

Ada apa dengan Musban dan istrinya?

Adakah tekanan, paksaan, atau kepentingan tertentu yang memengaruhi pernyataan terbaru tersebut?

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polsek Air Kumbang maupun Polres Banyuasin belum memberikan penjelasan rinci. Sementara itu, masyarakat berharap kasus ini dapat dibuka secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi liar dan ketidakpercayaan terhadap institusi penegak hukum.(MK/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *