Disebut Miliki Gudang Ilegal Rivenary Di Babat Toman, Sara Jadikan Gelar Bhayangkari Untuk Perlancar Bisnis Haramnya

Musi Banyuasin- Sebuah gudang yang diduga kuat menjadi tempat penampungan dan pengelolaan bahan bakar minyak (BBM) ilegal dari hasil penyulingan (kilang) minyak ilegal (ilegal refinery) di Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, dilaporkan beroperasi tanpa tersentuh hukum. Ironisnya, lokasi gudang ini sangat mencolok karena berada tepat di samping kantor Kecamatan Babat Toman.

 

Berdasarkan pantauan tim gabungan media pada Kamis (21/8/2025), aktivitas di gudang tersebut tampak berjalan normal. Terlihat satu unit mobil tangki Mitsubishi Fuso berwarna biru putih bernomor polisi B 9329 SFV sedang melakukan pengisian.

 

Pada bodi mobil tersebut, tertera tulisan mencolok “PERTAMINA” di bagian kepala dan “PT SINERGI INTERNASIONAL PERKASA” di bagian tangki, menimbulkan dugaan adanya penyalahgunaan identitas perusahaan resmi.

 

Saat dimintai keterangan, salah satu pekerja di lokasi yang mengaku berasal dari Lampung secara blak-blakan menyebutkan bahwa gudang tersebut milik Doni dan Ibu Sara.

 

Menurut keterangan warga setempat, Doni adalah seorang pengusaha galvanis di Muba. Sementara itu, Ibu Sara disebut-sebut sebagai anggota Bhayangkari, organisasi istri anggota Kepolisian Republik Indonesia.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait aktivitas mencurigakan di gudang tersebut.

 

Keberadaan gudang ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat Muba mengenai pengawasan dan penegakan hukum terhadap praktik ilegal yang merugikan negara dan membahayakan lingkungan.(Tim 7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *