Ditreskrimsus Polda Sumsel Amankan 5 Tersangka Penyalahgunaan Niaga BBM Bersubsidi Di SPBU Muara Enim 

 

Palembang – Ditreskrimsus Polda Sumatera Selatan (Sumsel) gelar konferensi pers dengan awak media terkait diamankannya 5 (lima) pelaku penyalagunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di SPBU Talang Padang Kecamatan Gunung Megang Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumsel.

Konferensi pers disampaikan oleh Manager Ritel Sumbagsel Pertamina Awan Raharjo dan Manager Ritel Sumbagsel Pertamina Awan Raharjo di Ruang Konferensi Pers Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Senin (1/4/2024).

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Sunarto mengatakan bahwa penegakkan para pelaku penyalagunaan BBM Bersubsidi ini, sebagai jawaban dari Bantuan Polisi (Banpol) yang dikirim oleh masyarakat terdapatnya penjualan BBM bersubsidi menggunakan dirigen di Jalan Hauling tambang dengan harga diatas yang ditetapkan oleh Pemerintah.

“Berdasarkan informasi masyarakat melalui aplikasi BANPOL, Tim dari Subdit IV Ditreskrimus Polda Sumsel dibawah pimpinan AKBP Bagus Suryo Wibowo menuju lokasi dan kemudian memastikan telah terjadinya tindak pidana penyalahgunaan BBM bersubsidi yang terjadi SPBU Talang Padang tersebut,” katanya.

Ia terangkan bahwa SPBU tersebut merupakan sebagai hulu dalam penyalahgunaan BBM bersubsidi dengan modus petugasnya menyalurkan BBM subsidi jenis solar pada dispenser biosolar kepada pelaku yang sudah lama dikenalnya.

“Tersangka selaku petugas di SPBU menyalurkan BBM subsidi jenis solar pada dispenser biosolar kepada tersangka lain yang sudah lama dikenalnya dan ini dilakukan berulang ulang, menggunakan mobil pickup dan panther dengan tangki yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa serta melakukan penjualan tidak menggunakan barcode,” terangnya.

“Tidak itu saja, mereka juga menyalurkan BBM subsidi pada dispenser dexlite yang seharusnya diperuntukkan kepada pembeli non subsidi, namun dijual dengan harga Rp 8.500, kepada pelaku penyalahgunaan BBM sehingga dapat membeli BBM dalam jumlah besar serta dijual ke masyarakat dengan harga Rp 14.900 dengan mengikuti harga BBM non subsidi (jenis gas oil),” ungkapnya Sunarto.

Sementara Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP Bagus Suryo Wibowo menambahkan bahwa penindakan tindak pidana penyalagunaan BBM bersubsidi ini dilakukan 2 (hari) yaitu 21 dan 22 Maret 2024 yang lalu, diamankan 5 (lima) orang tersangka.

Kamis (21/3) sekitar pukul 16.35 WIB anggota Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel mengamankan 3 (tiga) orang tersangka dengan inisial HDN (40) pemilik kendaraan, KNS (22) sebagai sopir dan SPD (36) sebagai operator SPBU di Jalan Lintas Prabumulih Dusun Dalam Kecamatan Belimbing Kabupaten Muara enim.

“Barang bukti yang diamankan dari ke-3 tersangka ini yaitu kendaraan Fanther dengan tangki modifikasi Nomor Polisi (Nopol) BG 1641 QL bermuatan BBM jenis Solar sebanyak 350 liter. Sedangkan dari kendaraan Pickup dengan tangki modifikasi, tanpa Nopol bermuatan BBM Jenis Solar sebanyak 25 liter,” katanya.

Ia juga ungkapkan bahwa berdasarkan pengembangan penyelidikan kasus tersebut, dilakukan olah unit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel bersama Pertamina Patra Niaga (PPN) TKP di SPBU Talang Padang Kecamatan Gunung Megang sekitar pukul 10.30 WIB, Jumat (22/3) di amankan 2 (dua) orang tersangka dengan inisial JS (24) berperan Manager SPBU dan HB (35) berperan pengawas lapangan.

“Dalam olah TKP tersebut dilakukan pengecekan terhadap tangki Pendem BBM jenis Solar Dexlite yang berisi BBM Bersubsidi dan berhasil mengamankan barang bukti yaitu Pompa dispenser dexlite yang berisikan BBM bersubsidi dan tangki pendem dexlite (non subsidi) yang berisikan BBM bersubsidi jenis jenis bio solar sebanyak lebih kurang 10.119 liter,” bebernya Bagus.

Lanjut Bagus sampaikan bahwa atas perbuatan tersangaka, dijerat Pasal 55 Undang-Undang (UU) Republik Indonesia (RI) Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas sebagaimana telah diubah dalam Pasal 40 angka 9 UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang penetapan Perpu Nomor 02 Tahun 2022 tentang cipta kerja menjadi UU Jo 55 KUHP.

“Dijelaskan dalam pasal tersebut, dimana setiap orang yamg turut serta menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga BBM, Bahan Bakar Gas dan/atau liquefied petroleum gas yang disubsidi dan/atau penyedian dan pendistribusiannya diberikan penugasan Pemerintah dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) Tahun dan denda paling banyak Rp 60 miliar,” ujarnya.

Terakhir Manager Pertamina Retail Sumsel Arman Raharjo mengapresiasi gerak cepat yang dilakukan Polda Sumsel dan pihaknya berjanji akan terus bersinergi dengan Polda.

“Terimakasih kepada Subdit Tipidter Polda Sumsel, ini upaya nyata Polda menyelamatkan kerugian negara dan masyarakat. Pertamina akan mengambil langkah bila perlu segera mengambil alih operasional SPBU tersebut untuk kepentingan pelayanan kepada masyarakat,” tutupnya Arman (MK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *