MUBA – Langit malam di area PT Hindoli Cargill, tepatnya di Simpang Empat Cobra 1, berubah merah mencekam pada Minggu malam (21/12/2025). Kebakaran hebat kembali melanda sumur minyak yang diduga ilegal, memicu kepanikan luar biasa di tengah masyarakat dan mempertanyakan keberanian aparat penegak hukum setempat.
Kronologi Kejadian: Percikan Maut dari Genset
Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, api pertama kali muncul dari sumur minyak milik seorang warga Seri Gunung berinisial AM. Diduga kuat, korsleting pada mesin genset memicu percikan api yang menyambar uap minyak mentah dan gas yang mengepul di sekitar lokasi.
Akibat tiupan angin kencang, kobaran api dengan cepat merembet dan melalap sumur di sebelahnya yang diduga milik RS. Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian mengenai jumlah korban jiwa karena besarnya kobaran api yang menyulitkan proses evakuasi dan pendataan di lokasi kejadian.
Kapolsek Keluang Bungkam, Ada Apa?
Ironisnya, di tengah bencana yang mengancam nyawa ini, pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Keluang terkesan menghindar. Saat awak media mencoba melakukan konfirmasi, tidak ada satu pun nomor telepon anggota Polsek Keluang yang dapat dihubungi. Sikap diam seribu bahasa ini memicu spekulasi liar di masyarakat: Apakah aparat benar-benar tidak tahu, atau sengaja membiarkan?
Masyarakat Jenuh dengan Drama “Tukar Kepala”
Kekecewaan mendalam disuarakan oleh warga sekitar. Mereka mendesak agar penegakan hukum kali ini tidak hanya menyasar pekerja kecil atau “orang bayaran”.
“Kami sudah bosan dengan praktik ‘tukar kepala’. Setiap ada kebakaran, yang dipenjara hanya buruh atau karyawan, sementara bos besar pemilik sumur tetap melenggang bebas dan buka lahan baru di tempat lain,” ujar seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Hingga saat ini, lokasi kebakaran masih menjadi tontonan warga sementara api terus berkobar.(Red)






