GELUMBANG, MUARA ENIM – Genderang perang terhadap narkotika ditabuh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Muara Enim di wilayah hukum Gelumbang, Senin (22/12/2025). Secara mendadak, seluruh Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Gelumbang dipaksa menjalani tes urine guna memastikan “bersihnya” pucuk pimpinan desa dari pengaruh barang haram tersebut.
Langkah berani BNN ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data yang dihimpun, Kecamatan Gelumbang diduga kuat menjadi “episentrum” atau pusat peredaran narkoba yang menyuplai tiga kecamatan sekaligus. Kondisi darurat ini memicu kekhawatiran besar bahwa sindikat narkotika telah merasuk hingga ke akar rumput pemerintahan desa.
“Percuma Tes, Polsek Saja Sering Tangkap Lepas!”
Namun, langkah BNN ini justru disambut dengan komentar pedas dan nada skeptis dari masyarakat setempat. Alih-alih merasa tenang, warga justru meluapkan kekesalan terhadap kinerja aparat penegak hukum di wilayah tersebut, khususnya Polsek Gelumbang.
“Buat apa tes urine kades kalau di lapangan peredarannya masih gila-gilaan? Rahasia umum kalau di sini (Gelumbang) sering terjadi praktik ‘tangkap lepas’. Ditangkap hari ini, besok sudah keluyuran lagi,” cetus seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan karena alasan keamanan.
Kritik tajam ini mencuat bukan tanpa dasar. Masyarakat menilai maraknya peredaran narkoba di wilayah hukum Polsek Gelumbang disebabkan oleh lemahnya penegakan hukum dan adanya dugaan permainan oknum yang membuat para bandar dan pengedar tetap leluasa bergerak tanpa rasa takut.
Darurat Narkoba di Gelumbang
Status Gelumbang sebagai pusat peredaran narkoba di tiga kecamatan menjadi rapor merah bagi keamanan wilayah. Warga menuntut agar tes urine ini tidak hanya menjadi “seremonial” atau pencitraan belaka, melainkan harus diikuti dengan tindakan tegas terhadap oknum aparat yang bermain mata dengan narkoba.
“Kami butuh aksi nyata, bukan sekadar botol urine. Kalau Polseknya saja tidak tegas dan malah jadi tempat ‘transaksi’ kasus, sampai kiamat pun narkoba tidak akan hilang dari Gelumbang,” tegas warga lainnya dengan nada emosi.
Kini, publik menunggu hasil tes urine para Kades tersebut. Jika ditemukan ada yang positif, masyarakat mendesak sanksi pemecatan segera dilakukan. Di sisi lain, sorotan tajam kini tertuju pada kredibilitas Polsek Gelumbang: Apakah mereka akan berbenah, atau tetap membiarkan wilayahnya menjadi surga bagi para budak sabu?(Red)






