Marwah Polri di Ujung Tanduk, Kapolda Sumsel Didesak Copot Kapolsek Keluang Akibat Rentetan Kebakaran Tanpa Tersangka!

MUSI BANYUASIN – Wilayah hukum Polsek Keluang, khususnya area Cobra 1 Hindoli, kini tengah menjadi sorotan merah. Bukan karena prestasi, melainkan karena rentetan kebakaran hebat yang terjadi berulang kali tanpa ada satu pun aktor intelektual maupun pelaku lapangan yang diseret ke meja hijau. Publik kini bertanya-tanya: Ada apa dengan Polsek Keluang?

Semenjak AKP Moga Gumilang menduduki kursi Kapolsek, penegakan hukum terkait insiden kebakaran di wilayah tersebut dinilai mandul. Alih-alih memberikan rasa aman dan transparansi, proses hukum seolah “layu sebelum berkembang”. Nihilnya penetapan tersangka dalam setiap kejadian menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat bahwa hukum di Keluang sedang tertidur pulas atau sengaja “ditidurkan”.

Kapolsek Bungkam, Isu Pembiaran Menguat

Sikap tertutup yang ditunjukkan AKP Moga Gumilang setiap kali dikonfirmasi awak media semakin memperkeruh suasana. Sikap bungkam seorang pejabat publik di tengah krisis keamanan bukan hanya melanggar prinsip transparansi, tetapi juga memperkuat persepsi adanya pembiaran sistematis.

“Polri bukan institusi bisu. Jika kebakaran terjadi berkali-kali dan tidak ada yang ditangkap, wajar jika rakyat menganggap ada ‘main mata’ atau ketidakmampuan total dalam memimpin,” tegas salah seorang tokoh masyarakat setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.

Desakan untuk Kapolda Sumsel: Jangan Biarkan Marwah Institusi Terbakar!

Kekecewaan masyarakat kini berujung pada desakan keras kepada Kapolda Sumatera Selatan. Masyarakat meminta Kapolda tidak hanya sekadar menerima laporan formal di atas kertas, tetapi turun langsung melihat kenyataan pahit di lapangan.

Publik menuntut tindakan nyata:

Evaluasi dan Pencopotan: Mendesak Kapolda mengevaluasi jabatan Kapolsek Keluang yang dinilai gagal total menjaga kamtibmas.

Audit Investigasi: Membuka kembali seluruh berkas kasus kebakaran di Cobra 1 Hindoli secara transparan ke publik.

Ketegasan Hukum: Menunjukkan bahwa hukum tidak tumpul ke atas atau kepada pihak-pihak tertentu di wilayah Keluang.

Kehormatan Polri Dipertaruhkan

Slogan Presisi yang diusung Kapolri seolah kehilangan maknanya di Keluang. Jika seorang Kapolsek dibiarkan tidak bertanggung jawab atas rentetan kejadian yang meresahkan, maka kepercayaan masyarakat terhadap Polda Sumsel dipertaruhkan.

“Api memang membakar lahan dan bangunan, tetapi sikap masa bodoh dan pembiaran dari aparat jauh lebih berbahaya karena bisa membakar kepercayaan rakyat terhadap negara,” tulis pernyataan sikap dari aliansi masyarakat sipil.

Kini bola panas ada di tangan Kapolda Sumsel. Apakah beliau akan bertindak tegas demi menjaga kehormatan korps Bhayangkara, atau membiarkan marwah Polri runtuh perlahan akibat ulah oknum yang enggan bekerja untuk rakyat?(Tim 7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed