PALEMBANG – Masa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari babak kehidupan baru yang penuh peluang. Semangat itulah yang ditekankan oleh Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., saat membuka secara resmi Pembekalan dan Pelatihan Keterampilan (Latram) TA 2026 di Ballroom Hotel The Zuri Palembang, Senin (20/4/2026).
Mengusung visi kesejahteraan personel, kegiatan ini diikuti oleh 216 personel (Polri dan PNS) yang tengah bersiap memasuki masa purna tugas. Program ini merupakan pengejawantahan dari program Polri Presisi, yang memastikan institusi tetap hadir mendukung anggotanya, bahkan hingga detik-detik menjelang masa pensiun.
Sinergi Lintas Sektor untuk Masa Depan
Polda Sumsel menggandeng berbagai mitra strategis untuk memberikan pembekalan komprehensif. Hadir dalam acara tersebut Kadisnakertrans Sumsel H. Indra Bangsawan, Pimpinan PT Asabri Mukhtiaryanto, serta jajaran pimpinan perbankan dari Bank SMBC dan BRI. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengedukasi personel dalam tiga aspek krusial: kesiapan mental, manajemen finansial, dan keterampilan praktis.
Momentum Haru dan Penghargaan
Di sela pembukaan, suasana khidmat menyelimuti ruangan saat Kapolda Sumsel menyerahkan santunan tewas secara simbolis kepada ahli waris personel Polres Lahat yang gugur dalam tugas.
“Ini adalah bentuk penghormatan tertinggi kami. Institusi tidak pernah lupa atas dedikasi yang telah diberikan oleh para bhayangkara yang gugur demi bangsa,” ungkap Irjen Pol Sandi Nugroho.
Inspirasi dari Penerima Kalpataru
Keunikan Latram tahun ini adalah kehadiran Ipda Dodi Permana, S.H., M.M., peraih penghargaan Kalpataru 2022. Beliau berbagi kisah sukses tentang bagaimana semangat pengabdian di kepolisian dapat bertransformasi menjadi manfaat besar bagi lingkungan dan masyarakat di luar dinas aktif.
Pesan Kapolda: Kerja Keras, Cerdas, Tuntas, Ikhlas
Dalam arahannya, Kapolda menitipkan pesan mendalam agar setiap personel menanamkan prinsip kerja 4-AS:
Kerja Keras: Sebagai bentuk syukur atas kesehatan.
Kerja Cerdas: Mengelola peluang di masa pensiun.
Kerja Tuntas: Menyelesaikan masa dinas dengan tanpa cela.
Kerja Ikhlas: Menjalani fase purna tugas dengan hati yang tenang.
“Setiap kita akan sampai di titik purna tugas. Oleh karena itu, persiapan sejak dini adalah kunci agar kita bisa menjalani kehidupan yang tenang, produktif, dan bermakna bagi keluarga maupun masyarakat sekitar,” tegas Kapolda.
Komitmen Berkelanjutan
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menambahkan bahwa pelatihan ini bukan sekadar seremoni.
“Kami bertanggung jawab memastikan setiap personel meninggalkan institusi dengan kepala tegak dan bekal yang cukup. Latram ini adalah investasi agar mereka tetap mandiri dan sejahtera,” ujarnya.
Melalui Latram 2026 ini, Polda Sumsel berharap para calon purnawirawan mampu mentransformasi pengalaman dinas mereka menjadi modal sosial dan ekonomi yang berkelanjutan di tengah masyarakat.(BN)






