PALEMBANG – Dunia transportasi di Palembang kembali berduka. Seorang sopir truk asal Lampung, meninggal dunia akibat ditikam oleh terduga pelaku pemalakan (preman) di kawasan rawan pungli Simpang Empat Macan Lindungan, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, pada Senin (24/11/2025).
Peristiwa tragis ini memicu reaksi keras dan kekecewaan mendalam dari rekan-rekan sesama sopir dan masyarakat.
bahkan beberapa sopir mengucapkan di media sosial tiktok untuk Polrestabes Palembang”TURUT BERDUKACITA BUAT POLRESTABES PALEMBANG ATAS KETIDAKMAMPUAN NYA MEMBASMI PREMANISME DI MACAN LINDUNGAN”
Kronologi Kejadian, Insiden penusukan terjadi saat korban, yang mengemudikan truk bernomor polisi BE 8139 CW, sedang berhenti di lampu merah Simpang Macan Lindungan. Tiba-tiba, korban didatangi oleh sekelompok terduga preman (diduga berjumlah empat orang dan masih dalam pengejaran) yang meminta sejumlah uang secara paksa.
Diduga karena korban menolak memberikan uang, cekcok pun terjadi yang berujung pada penusukan fatal menggunakan senjata tajam. Korban mengalami beberapa luka tusuk dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, dengan jenazah kemudian diamankan di RS Bhayangkara Palembang.
Kawasan Macan Lindungan telah lama dikenal sebagai titik rawan pemalakan yang meresahkan para sopir truk yang melintas. Video aksi preman yang meminta uang secara paksa bahkan sempat viral di media sosial beberapa bulan lalu, yang mengarah pada penangkapan beberapa pelaku oleh pihak kepolisian sebelumnya.
Menanggapi kejadian ini, jajaran Polsek Ilir Barat I dan Polrestabes Palembang langsung mendatangi lokasi dan tengah memburu para pelaku yang berhasil melarikan diri usai melancarkan aksinya.
Peristiwa ini menjadi sorotan tajam bagi aparat kepolisian untuk meningkatkan patroli dan tindakan tegas dalam memberantas premanisme, guna mengembalikan rasa aman bagi para pengguna jalan, khususnya para sopir truk yang menjadi tulang punggung logistik daerah.(MK)






