Musi Banyuasin – Gudang Ilegal Rifenery kembali meledak, sedikitnya tujuh tempat penyulingan minyak ilegal (ilegal refinery) yang berlokasi di area kebun sawit Desa Loka Jaya, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), terbakar pada Minggu (17/11) sekitar pukul 19:00 WIB. aparat kepolisian telah melakukan penyelidikan, pemilik lahan sekaligus pemilik penyulingan minyak tersebut hingga kini belum berhasil diamankan, meskipun setiap tempat penyulingan tersebut memiliki pemilik yang jelas.
Berdasarkan informasi dari sumber yang dapat dipercaya, kebakaran ini diduga dipicu oleh api yang berasal dari lahan dalam parit perusahaan yang tercemar minyak mentah ilegal. “Saya melihat api muncul dari dalam parit sekitar pukul 19:00 WIB, diduga akibat ceceran minyak mentah ilegal yang terbakar. Api kemudian menjalar ke tempat penyulingan minyak ilegal,” ujar sumber tersebut, Senin 18/11/2024
Lebih lanjut sumber itu mengatakan, peristiwa kebakaran tersebut tidak ada memakan korban jiwa. Namun kuat diduga pemilik lahan dan pemilik masakan adalah oknum mantan kades inisial MH.
“Diduga oknum mantan kades berinisial MH ialah pemilik lahan dan pemilik masakan itu. MH suami dari S, dimana saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Muba, ” jelasnya.
Kapolsek Keluang, AKP Yohan Wiranata, ketika dikonfirmasi wartawan, menyatakan bahwa proses hukum sedang berjalan. “Proses penegakan hukum tetap berjalan,” ujarnya singkat.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada oknum mantan kades berinisial MH dan istrinya S melalui pesan WhatsApp tidak membuahkan hasil. Keduanya belum memberikan tanggapan, meski telah dihubungi berkali-kali, hingga berita ini ditayangkan.
Kapolres Musi Banyuasin, AKBP Listiyono Dwi Nugroho, SIK, MH, mengatakan bahwa pihaknya masih dalam tahap melengkapi administrasi setelah olah tempat kejadian perkara (TKP). “Saat ini, anggota masih melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi. Setelah itu, baru bisa menetapkan tersangka,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Andi Rian R Djajadi, SIK, MH, menjelaskan bahwa prioritas saat ini adalah memadamkan api. “Anggota saat ini masih fokus melakukan pemadaman,” katanya singkat saat dihubungi melalui pesan WhatsApp.






