Bau Amis Mafia BBM di Bayung Lincir: Oknum Polisi ‘Main Mata’ dengan PT KTA, Bungkam Wartawan Saat Dikonfirmasi!

MUBA – Marwah institusi Polri kembali dipertaruhkan. Dugaan keterlibatan oknum aparat dalam bisnis gelap bahan bakar minyak (BBM) ilegal jenis refinery (masakan) di wilayah hukum Polsek Bayung Lincir mulai tercium menyengat ke publik.

Oknum anggota Polsek Bayung Lincir berinisial D kini menjadi sorotan tajam setelah diduga kuat menjadi “pemain” sekaligus pelindung dalam kolaborasi kotor bersama PT Kerinci Toba Abadi (KTA). Bukannya memberikan klarifikasi sebagai abdi negara yang transparan, oknum D justru menunjukkan sikap arogan dengan memblokir kontak wartawan yang mencoba melakukan konfirmasi.

Tembok Kebungkaman dan Intimidasi Jurnalistik Sikap bungkam oknum D menjadi sinyal kuat adanya sesuatu yang disembunyikan. Tak lama setelah pesan konfirmasi dikirimkan, pola intimidasi mulai bekerja. Alih-alih mendapatkan jawaban resmi, awak media justru diteror oleh panggilan nomor tak dikenal yang mengaku sebagai Kuasa Hukum PT KTA.

Dengan nada menekan, sosok yang mengaku pengacara tersebut melontarkan pernyataan provokatif. “Apa buktinya? Jangan asal WA,” tulisnya melalui pesan singkat, seolah ingin menciutkan nyali jurnalis dalam mengungkap kebenaran.

Propam dan Mabes Polri Harus Turun Tangan Respons cepat dari pihak yang mengaku kuasa hukum PT KTA sesaat setelah oknum polisi tersebut dikonfirmasi memicu kecurigaan besar. Publik menduga ada mata rantai koordinasi yang rapi antara oknum aparat dengan pihak perusahaan untuk mengamankan bisnis ilegal ini dari jangkauan publikasi.

Sikap bungkam oknum polisi dan respons cepat dari pihak yang mengaku kuasa hukum PT KTA memicu kecurigaan publik. Desakan pun menguat agar Propam Polda Sumsel dan Mabes Polri segera turun tangan mengusut tuntas dugaan keterlibatan oknum aparat dalam bisnis ilegal ini.

Publik menuntut transparansi dan tindakan tegas jika terbukti ada pelanggaran, demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Sampai berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak Polsek Bayung Lincir maupun Polres Muba terkait persoalan ini.(Tim 7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *