Muara Enim – Aktivitas gudang bahan bakar minyak (BBM) ilegal di kawasan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, kembali mencuat ke permukaan. Padahal, Pemilik gudang tersebut sebelumnya sempat digerebek oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumsel dan bahkan mengalami kebakaran hebat yang sempat menyita perhatian publik.
Ironisnya, meski telah menjadi atensi aparat penegak hukum, gudang tersebut kini kembali beroperasi seolah tanpa hambatan. Pemilik gudang disebut-sebut bernama Haris, seorang warga sipil yang dijuluki masyarakat sekitar sebagai “penantang hukum” karena diduga berani melanjutkan aktivitas ilegal meski telah berulang kali disorot dan ditindak.
“Sempat tutup setelah terbakar dan digerebek, di lembak, Tapi malah buka lagi di gunung megang. Atas keberanian yang dilakukan Haris, Ditkrimsus Polda Sumsel pun dianggap seperti sapi ompong yang tak mampu menangkap pelaku BBM ilegal” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Selasa (29/7).
Kembalinya aktivitas ilegal ini menjadi pukulan bagi aparat penegak hukum, khususnya Ditreskrimsus Polda Sumsel, yang sebelumnya telah mengklaim menindak tegas jaringan BBM ilegal di wilayah tersebut. Bahkan, muncul anggapan di kalangan masyarakat bahwa aparat seolah dipermainkan oleh mafia migas yang tak kunjung jera.
Polda Sumsel melalui Kabid Humas, saat dikonfirmasi belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan beroperasinya kembali gudang tersebut. Namun sumber internal di lingkungan kepolisian menyebutkan bahwa saat ini tim intel tengah memantau aktivitas mencurigakan di lokasi guna pengumpulan data lanjutan.
“Kalau memang benar kembali buka, tentu akan kami tindak. Kami tidak main-main dengan pelanggaran hukum,” ujar sumber tersebut singkat.
Praktik BBM ilegal seperti ini tak hanya merugikan negara dari sisi pajak dan distribusi energi, tapi juga sangat rawan menimbulkan bahaya kebakaran serta pencemaran lingkungan. Pemerintah daerah pun diharapkan turut mengambil peran dalam pengawasan ketat di lapangan.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, aktivitas di gudang diduga milik Haris masih berlangsung. Truk-truk tangki berwarna mencolok terlihat melintas di jalur perbatasan Gunung Megang menuju akses jalan kabupaten pada malam hari, dengan pengamanan ketat dari sejumlah pria berbadan kekar.






