Palembang, lidiksumsel — Aktivis Pemuda Peduli Sumsel dan Tim 7 Media Partner pertanyakan langkah-langkah yang diambil Polda Sumatera Selatan terkait dugaan adanya gudang bahan bakar minyak (BBM) ilegal di Desa Babatan Saudagar, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan.
Aksi protes ini dilakukan di depan Mapolda Sumsel kemarin, dengan tujuan mendesak penertiban dan pembongkaran gudang ilegal tersebut.
Usai aksi di halaman Polda Sumsel Rabu 30/10/2024. aktivis Pemuda Peduli Sumsel dan Tim 7 Media Partner kembali mengecek pasar gelap BBM Ilegal di desa Babatan saudagar guna memastikan tindak lanjut Polda Sumsel atas aspirasi nya, namun sungguh memprihatinkan. Gudang BBM ilegal yang diduga milik oknum TNI AL itu semakin ramai, bahkan pintu gudang di buka lebar seakan dirinya kebal hukum dan terkesan menginjak-injak hukum di Sumatra Selatan ini
Panit Polda Sumsel, Iptu Irawan, saat dikonfirmasi memberikan respons singkat kepada Tim 7. “Sabar, ding. Dengan tim kami turun dak biso kami bae,” ujar Iptu Irawan, meminta pihak yang bersangkutan untuk menunggu proses lebih lanjut.
Namun, jawaban tersebut tampaknya belum memuaskan pihak Tim 7. Salah satu anggota mereka, Khaliq, kembali mempertanyakan komitmen aparat terkait penegakan hukum. “Kapanlah, Kak? Miris nian kami jingoknyo.
Hukum di Sumsel ini cak di injak-injak oknum TNI AL. Polda Sumsel seperti tak punya harga diri setelah dipimpin Irjen Pol Andi Rian,” kata Khaliq dalam pesan WhatsApp yang ia sampaikan pada Minggu, 3 November 2024.
Kasus gudang BBM ilegal di wilayah Ogan Ilir ini memang telah lama menjadi sorotan publik, terutama karena adanya dugaan keterlibatan oknum.
Masyarakat dan berbagai pihak berharap agar penegakan hukum benar-benar dijalankan tanpa pandang bulu, demi terciptanya rasa keadilan dan ketertiban di Sumatera Selatan. (Tim7)







