Eks Mafia BBM Pegayut ‘Jajah’ Prabumulih: David Beraksi Lagi, Gudang Tebing Tanah Putih Jadi Markas Gelap!

PRABUMULIH – Bau menyengat praktik lancung penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal kembali menusuk hidung publik Sumatera Selatan. Kali ini, sebuah gudang di Jalan Lintas Sudirman, Kelurahan Tebing Tanah Putih, Kecamatan Prabumulih, mendadak jadi sorotan tajam. Lokasi ini diduga kuat menjadi markas penimbunan BBM ilegal yang tidak hanya merampok hak rakyat, tapi juga menjadi “bom waktu” bagi keselamatan warga.

Informasi panas yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa pemilik gudang tersebut bukanlah orang baru. Sosok berinisial D alias David disebut-sebut sebagai otak di balik layar. David dikenal sebagai “pemain lama” kelas kakap yang sebelumnya menguasai wilayah Pegayut, Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir.

Strategi Licin: Dari Pegayut ke Lintas Sudirman

Pindahnya basis operasi David ke pinggiran Lintas Sudirman Prabumulih diduga kuat sebagai strategi “kucing-kucingan” untuk menghindari endusan aparat setelah bisnisnya di lokasi lama mulai tercium. Lokasi baru ini dinilai strategis untuk memuluskan jalur distribusi gelap sekaligus menyamarkan aktivitas dari pantauan publik.

Di lapangan, operasional harian gudang maut ini dikabarkan dikendalikan oleh tangan kanan David yang bernama Dedi. Kolaborasi keduanya kini menciptakan keresahan hebat di tengah masyarakat.

Negara Dirugikan, Nyawa Warga Dipertaruhkan

Keberadaan gudang ini adalah tamparan keras bagi kedaulatan energi. Selain menguras jatah BBM bersubsidi yang seharusnya milik rakyat kecil, ancaman kebakaran hebat selalu menghantui pemukiman warga dan pengguna jalan di jalur lintas tersebut.

GPP-SUMSEL dan Tim 7 Media Partner Mendesak Action Nyata!

Gabungan Pemuda Peduli (GPP) Sumsel bersama koalisi Tim 7 Media Partner tidak tinggal diam. Mereka melontarkan desakan keras kepada Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Polda Sumatera Selatan dan Polres Prabumulih, untuk segera bertindak.

“Jangan beri ruang untuk mafia! Kami mendesak Kapolda Sumsel dan Kapolres Prabumulih segera melakukan penggeledahan, menangkap aktor intelektualnya, dan menutup permanen gudang tersebut. Hukum tidak boleh kalah oleh pemain BBM ilegal yang merasa kebal!” tegas perwakilan tim.

Publik kini menunggu, apakah hukum akan tegak lurus, atau justru “melempem” di hadapan manuver licin sang pemain lama? (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *