Jeritan Pengguna Jalan: Tarif Tol Trans Sumatera Termahal se-Indonesia, Ancaman Sepi di Depan Mata!

PALEMBANG – Wacana dan realisasi kenaikan tarif di beberapa ruas Tol Trans Sumatera (JTTS) memantik amarah publik. Dinobatkan sebagai jalan tol dengan tarif per kilometer termahal di Indonesia, infrastruktur megah yang digadang-gadang mempercepat konektivitas Sumatera kini terancam sepi ditinggal penggunanya. Masyarakat menjerit, memilih kembali ke jalan lintas Sumatera (Jalinsum) yang padat dan lambat, demi menghindari biaya selangit.

Kenaikan tarif, yang dikabarkan mencapai 30%, membuat biaya logistik dan perjalanan pribadi membengkak drastis. Bandingkan dengan tarif tol di Pulau Jawa yang relatif lebih murah, jurang ketimpangan ini semakin terasa nyata. Jika kondisi ini berlanjut, tujuan awal pembangunan tol untuk efisiensi waktu dan biaya akan sia-sia, dan ruas-ruas vital seperti Bakauheni-Palembang berpotensi menjadi “tol hantu”.

Mengapa Lebih Mahal dari Jawa?

Pihak pengelola, Hutama Karya (HK), sering beralasan bahwa biaya konstruksi di Sumatera lebih mahal karena kondisi geografis dan pembebasan lahan yang rumit. Namun, bagi sopir truk dan pengguna setia jalan ini, alasan tersebut tak sebanding dengan daya beli masyarakat lokal yang berbeda dengan Pulau Jawa.

“Tarif lama saja sudah sepi, apalagi sekarang naik. Mending lewat bawah (Jalinsum), biarpun macet tapi hemat biaya operasional,” ujar seorang sopir logistik yang enggan disebutkan namanya, mencerminkan sentimen umum di lapangan.

Perbandingan Tarif: Lama vs. Terbaru (Golongan I)

Data di lapangan menunjukkan total estimasi tarif Bakauheni hingga Palembang (sekitar 370 km) bisa mencapai lebih dari Rp400.000 untuk kendaraan Golongan I. Meskipun ada penundaan kenaikan di beberapa ruas hingga akhir 2025 dan diskon Nataru, tarif dasar yang tinggi tetap menjadi momok.

Berikut adalah estimasi perbandingan tarif untuk beberapa ruas kunci di koridor Bakauheni-Palembang (Golongan I) berdasarkan data terkini:

Ruas Tol Tarif Lama (Est.) Tarif Terbaru/Saat Ini (Est.)

Bakauheni – Terbanggi Besar Rp139.000 Sekitar Rp189.000

Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung Rp170.000 Sekitar Rp220.000

Kayu Agung – Palembang (Kramasan) Rp50.000 Rp50.000 (tetap)

Total Estimasi Sekitar Rp359.000 Sekitar Rp459.000

Catatan: Tarif dapat bervariasi tergantung gerbang masuk/keluar dan penyesuaian berkala. Tarif total Bakauheni-Palembang yang beredar saat ini berada di kisaran Rp410.000.

Tuntutan Keadilan Tarif

Masyarakat dan pelaku usaha menuntut pemerintah dan Hutama Karya untuk mengkaji ulang struktur tarif. Menyamakan tarif per kilometer dengan standar di Pulau Jawa yang notabene memiliki volume lalu lintas dan tingkat ekonomi yang lebih tinggi dianggap sebagai solusi untuk menghidupkan kembali denyut nadi JTTS dan meringankan beban ekonomi masyarakat Sumatera. Tanpa revisi signifikan, janji manis konektivitas Trans Sumatera hanya akan menjadi kenangan di jalan yang sepi pengguna.(MK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *