OGAN ILIR – Polres Ogan Ilir terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau dengan memanfaatkan teknologi dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Dipimpin langsung Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti, S.H., S.I.K., M.H., patroli terpadu Karhutla dilakukan menggunakan drone untuk pemantauan udara, disertai pengecekan embung dan sumber cadangan air di wilayah Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan usai agenda silaturahmi dan tatap muka Kapolres bersama masyarakat desa dan kelurahan se-Kecamatan Indralaya Utara di Balai Raga Desa Parit.
Patroli menyasar sejumlah kawasan yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap Karhutla. Selain patroli darat, jajaran Polres Ogan Ilir menerbangkan drone guna memantau kondisi wilayah dari udara. Pemanfaatan teknologi ini dinilai mampu meningkatkan efektivitas pengawasan, terutama pada kawasan lahan gambut yang luas dan sulit dijangkau kendaraan.
Melalui pemantauan udara, petugas dapat melakukan deteksi dini terhadap potensi titik api (hotspot), memantau kondisi vegetasi, serta mengidentifikasi aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk pembukaan lahan dengan cara dibakar.
Selain patroli udara, Kapolres bersama rombongan juga meninjau embung, kolam cadangan air, dan aliran sungai yang dipersiapkan sebagai sumber air untuk mendukung proses pemadaman apabila sewaktu-waktu terjadi Karhutla.
Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti mengatakan bahwa pemanfaatan drone merupakan bagian dari strategi Polres Ogan Ilir dalam meningkatkan efektivitas pengawasan wilayah rawan Karhutla.
“Lahan gambut memiliki karakteristik yang sulit dijangkau dengan kendaraan. Karena itu kami memanfaatkan drone untuk melakukan pemantauan dari udara sehingga area yang luas dapat diawasi secara lebih efektif. Dengan langkah ini, potensi titik api dapat dideteksi lebih cepat sehingga penanganan bisa dilakukan sedini mungkin,” ujar AKBP Rizka Aprianti.
Kapolres juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah Karhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan cara dibakar serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Sementara itu, Camat Indralaya Utara, Wahyudi, S.Kom., M.Kom., menyatakan pemerintah kecamatan siap memperkuat koordinasi lintas sektor bersama Polri, TNI, pemerintah desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta seluruh elemen masyarakat dalam upaya pencegahan Karhutla.
“Kami siap bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan Karhutla. Pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, meningkatkan kesiapsiagaan, serta mendukung seluruh langkah yang dilakukan Polres Ogan Ilir demi menjaga wilayah Indralaya Utara tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan,” ungkap Wahyudi.
Kasi Humas Polres Ogan Ilir, IPTU Mansyur, A.Md.Kep., S.H., menambahkan bahwa penggunaan drone merupakan inovasi yang mampu memperluas jangkauan pengawasan dan mempercepat proses deteksi dini terhadap potensi kebakaran.
“Pemanfaatan drone memberikan jangkauan pengawasan yang lebih luas, terutama pada kawasan lahan gambut yang sulit dilalui kendaraan. Dengan dukungan teknologi tersebut, personel di lapangan dapat melakukan deteksi dini terhadap potensi kebakaran sehingga langkah pencegahan maupun penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” jelas IPTU Mansyur.
Melalui patroli terpadu, pemanfaatan teknologi drone, serta pengecekan embung dan sumber cadangan air, Polres Ogan Ilir bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, menjaga kelestarian lingkungan, serta melindungi keselamatan masyarakat di Kabupaten Ogan Ilir.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar, sekaligus menunjukkan kesiapan Polres Ogan Ilir dalam mengoptimalkan teknologi dan kolaborasi lintas sektor guna menghadapi ancaman Karhutla secara lebih efektif. (BN)






