Ogan Ilir “Darurat” Mafia Minyak? Tiga Bulan Gudang Ilegal Abu Beroperasi Bebas, Kapolres Ogan Ilir Bungkam Seribu Bahasa!

OGAN ILIR – Martabat hukum di wilayah hukum Polres Ogan Ilir berada di titik nadir. Sikap tutup mulut yang diperlihatkan Kapolres Ogan Ilir saat dikonfirmasi mengenai aktivitas gudang BBM ilegal milik bos berinisial Abu di belakang Rumah Makan Tuah Siang Malam, seolah mengonfirmasi bahwa mafia minyak lebih berkuasa ketimbang seragam cokelat.

Sudah tiga bulan lamanya, gudang yang membentengi diri dengan pagar tinggi itu “berpesta” di atas pelanggaran hukum. Investigasi di lapangan melaporkan mobil tangki putih-biru bebas keluar masuk tanpa rasa takut sedikit pun. Namun, alih-alih memberikan penjelasan tegas kepada publik, pucuk pimpinan kepolisian di Ogan Ilir justru memilih “bungkam seribu bahasa”.

Diamnya Polisi: Sinyal Pembiaran atau “Main Mata”?

Sikap diam Kapolres Ogan Ilir ini memicu kecurigaan publik yang semakin liar. Apakah diamnya aparat adalah bentuk ketidakmampuan, ataukah ada “upeti” yang menyumbat lisan mereka? Sangat tidak masuk akal jika aktivitas ilegal yang berlangsung vulgar selama tiga bulan luput dari radar intelejen dan patroli Polres Ogan Ilir.

“Ini bukan lagi soal kecolongan, tapi dugaan pembiaran yang terstruktur. Jika Kapolres tidak berani bicara, apalagi bertindak, maka wajar jika rakyat bertanya: Polres Ogan Ilir ini bekerja untuk siapa? Untuk masyarakat atau untuk melindungi mafia minyak?” tegas seorang aktivis hukum yang memantau kasus ini.

Bom Waktu di Tengah Masyarakat

Bukan hanya soal kerugian negara dan pelanggaran regulasi, gudang milik Abu ini adalah “bom waktu” yang mengancam nyawa warga sekitar. Risiko kebakaran dan ledakan hebat mengintai setiap detik, namun keselamatan rakyat seolah dikorbankan demi kelancaran bisnis gelap sang mafia.

Pagar tinggi yang menutupi gudang tersebut bukan sekadar pembatas fisik, melainkan simbol perlawanan terhadap transparansi hukum. Ironisnya, barikade tersebut seolah tak tersentuh oleh tangan hukum yang biasanya begitu tajam terhadap rakyat kecil.

Desakan Copot Kapolres Jika Tak Mampu Bertindak

Masyarakat kini sudah jenuh dengan retorika “akan ditindaklanjuti” yang tanpa bukti nyata. Harapan kini tertuju sepenuhnya kepada Kapolda Sumatera Selatan untuk mengambil alih komando.

“Jika Polres Ogan Ilir sudah mandul dan kapolresnya memilih bungkam saat dikonfirmasi, maka Kapolda Sumsel harus segera turun tangan. Jangan tunggu sampai terjadi ledakan hebat baru bertindak. Bersihkan Ogan Ilir dari mafia minyak dan copot oknum yang diduga menjadi tameng mereka!” teriak massa dalam diskusi publik di media sosial.

Hingga berita ini diterbitkan, konfirmasi yang dilayangkan awak media tidak mendapat respon. Bungkamnya pihak kepolisian menjadi catatan hitam dalam upaya pemberantasan illegal drilling dan penimbunan BBM di Bumi Caram Seguguk.(Red)

Publik Menunggu: Berani Tangkap Abu, Atau Memang Sudah Tak Berdaya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *