Warga Perumahan Mutiara Talang Kelapa Demo Akibat Jalan Rusak Parah, Sempat Cekcok dengan Preman “Backingan” Galian C

BANYUASIN – Ratusan warga yang bermukim di Jalan Lebung Permai, Perumahan Mutiara, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Banyuasin, menggelar aksi unjuk rasa memprotes kerusakan jalan utama menuju perumahan mereka. Kerusakan ini diduga kuat akibat aktivitas lalu lintas mobil-mobil pengangkut tanah galian C yang bertonase besar dan melintas setiap hari.

Aksi demo yang berlangsung pada Hari Selasa 25/11/25 tersebut menuntut pertanggungjawaban dari pihak terkait, termasuk pengusaha galian C dan pemerintah daerah, untuk segera memperbaiki kerusakan jalan yang telah mengganggu aktivitas harian warga.

Menurut salah satu warga yang namanya tidak mau disebutkan, kondisi jalan saat ini sangat memprihatinkan, penuh lubang dan becek saat hujan, serta berdebu saat kemarau, membahayakan keselamatan pengendara. Warga mengklaim bahwa kerusakan jalan mulai parah sejak maraknya aktivitas mobil pengangkut tanah galian C di wilayah tersebut.

“Kami sudah sering mengeluhkan hal ini, namun tidak ada tindakan nyata. Jalan kami hancur lebur karena mobil-mobil raksasa itu. Hari ini kami menuntut agar jalan kami diperbaiki seperti sedia kala,” tegas nya di lokasi.

Ketegangan sempat memuncak ketika beberapa individu yang diduga sebagai preman suruhan Pak Bambang atau “backingan” dari pihak pengusaha galian C mencoba membubarkan aksi protes warga. Cekcok mulut dan dorong-dorongan tak terhindarkan antara warga yang emosi dengan kelompok preman tersebut.

Beruntung, berapa warga yang masih kondusif sigap mengamankan situasi dan meredakan ketegangan, sehingga bentrokan fisik yang lebih parah dapat dihindari.

Warga mengancam akan terus melakukan aksi serupa dengan jumlah massa yang lebih besar jika tuntutan mereka untuk perbaikan jalan tidak segera dipenuhi oleh pihak berwenang dan pengusaha galian C “Bambang”. Mereka juga meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas dugaan kegiatan galian C ilegal dan oknum yang mem-backup aktivitas tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan galian C Ilegal maupun Pemerintah Kabupaten Banyuasin terkait tuntutan warga Perumahan Mutiara. Warga berharap respons cepat dari Pemkab Banyuasin untuk menyelesaikan masalah infrastruktur vital ini.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *