PALEMBANG – Keresahan mendalam kini menghantui ratusan penumpang kapal Ferry rute Pelabuhan Tanjung Api-Api (Banyuasin) menuju Muntok (Bangka Barat). Pasalnya, keselamatan nyawa masyarakat sipil diduga kuat sedang dipertaruhkan demi memuluskan bisnis haram mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal.
Praktik penyelundupan BBM tanpa dokumen resmi menggunakan truk-truk ekspedisi di atas kapal Ferry dilaporkan telah berlangsung selama bertahun-tahun. Penumpang kini merasa seolah-olah sedang duduk di atas “bom waktu” yang siap meledak kapan saja di tengah lautan.
Keselamatan Penumpang Jadi Tumbal
BBM ilegal yang diangkut tanpa standar keamanan operasional (SOP) pengangkutan bahan berbahaya dan beracun (B3) sangat rawan memicu kebakaran hebat. “Kami bayar tiket untuk penyeberangan yang aman, bukan untuk bertaruh nyawa berdampingan dengan truk tangki modifikasi berisi minyak ilegal. Ini gila! Kapal Ferry itu angkutan manusia, bukan bunker minyak berjalan,” ujar salah satu penumpang yang enggan disebutkan namanya karena merasa terancam.
Tudingan Main Mata dan Desakan Copot Kepala KPLP
Sorotan tajam kini tertuju pada kinerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP/KPLP) Palembang. Publik mempertanyakan bagaimana mungkin pengawasan di pelabuhan begitu longgar sehingga mobil-mobil pengangkut BBM ilegal bisa melenggang bebas masuk ke dalam lambung kapal selama bertahun-tahun.
Muncul dugaan kuat adanya “main mata” atau persekongkolan antara oknum mafia minyak dengan pihak otoritas pelabuhan. Jika tidak ada kerja sama di balik layar, mustahil barang ilegal tersebut bisa lolos dari pemeriksaan ketat di gerbang pelabuhan hingga naik ke atas kapal.
“Ini bukan sekadar kecolongan, ini sistemik. Kami mendesak Menteri Perhubungan untuk segera mencopot Kepala KSOP/KPLP Palembang! Jika BBM ilegal saja bisa bebas menyeberang bersama masyarakat, jangan-jangan narkoba atau barang selundupan berbahaya lainnya juga lewat dengan mudah,” tegas seorang aktivis keselamatan transportasi yang memantau pergerakan di Tanjung Api-Api.
Ancaman Keamanan Nasional
Kelalaian ini dinilai bukan hanya pelanggaran prosedur, melainkan tindakan kriminal yang membiarkan ancaman nyata bagi keselamatan publik. Masyarakat menuntut adanya audit total dan pengetatan sistem manifest penumpang serta barang di Pelabuhan Tanjung Api-Api.
Hingga berita ini diturunkan, pihak KPLP Palembang belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan pembiaran atau keterlibatan oknum dalam skandal penyeberangan BBM ilegal ini. Masyarakat menunggu tindakan tegas dari aparat penegak hukum dan kementerian terkait sebelum jatuh korban jiwa akibat ledakan “bom waktu” di jalur penyeberangan tersebut.(Red)






