BANDAR LAMPUNG – Warga Kelurahan Keteguhan, Teluk Betung Timur, kini hidup di bawah bayang-bayang ketakutan. Sebuah gudang misterius berpagar seng biru di kawasan Umbul Kunci diduga kuat menjadi sarang penampungan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal skala besar. Tak hanya soal pelanggaran hukum, keberadaan gudang ini ibarat “bom waktu” yang siap meledak dan meluluhlantakkan pemukiman warga kapan saja.
Aroma Solar dan Aktivitas Senyap
Hasil investigasi di lapangan mengungkap fakta mencengangkan. Bau menyengat khas solar menyengat hidung siapa pun yang melintas di sekitar lokasi. Aktivitas keluar-masuk kendaraan pengangkut BBM secara sembunyi-sembunyi di luar jam operasional normal memperkuat dugaan adanya praktik “kencing” minyak atau penimbunan ilegal.
“Kami tidak bisa tidur nyenyak. Bau minyaknya sangat kuat. Kalau terjadi percikan api atau korsleting di dalam sana, habis kami semua. Ini pemukiman padat, bukan kawasan industri!” cetus seorang warga dengan nada gemetar karena takut akan keselamatan jiwanya.
Siapa di Balik Sosok “Black”?
Informasi panas yang berhasil dihimpun menyebutkan nama “Black” sebagai sosok sentral yang mengendalikan operasional gudang tersebut. Namun, yang lebih mengejutkan adalah kabar burung yang beredar di lapangan bahwa bisnis gelap ini diduga “dibekingi” atau dimiliki oleh seorang oknum anggota Marinir.
Keterlibatan aparat dalam bisnis ilegal seperti ini, jika terbukti benar, tentu mencoreng institusi dan mengkhianati fungsi mereka sebagai pelindung rakyat. Hingga saat ini, identitas oknum tersebut masih misterius, namun tekanan publik agar pihak TNI AL melakukan pembersihan internal kian menguat.
Standar Keamanan Nol, Nyawa Taruhannya
Gudang tersebut tampak tidak memiliki infrastruktur keselamatan standar seperti sistem pemadam otomatis, penangkal petir khusus, maupun izin resmi dari otoritas migas. Dalam dunia keselamatan industri, menyimpan BBM di tengah pemukiman tanpa prosedur ketat adalah bentuk kejahatan kemanusiaan karena mengabaikan risiko ledakan hebat.
Aparat Penegak Hukum Mandul?
Hingga berita ini dirilis, belum ada tindakan tegas dari pihak kepolisian maupun instansi terkait. Bungkamnya aparat menimbulkan pertanyaan besar di benak masyarakat: Apakah hukum tumpul jika berhadapan dengan oknum berseragam dan jaringan “Black”?
Masyarakat Kelurahan Keteguhan kini menuntut transparansi total. Mereka tidak butuh janji, mereka butuh inspeksi mendadak (Sidak) dan penutupan gudang sebelum api melalap rumah-rumah mereka. Jangan tunggu ada jatuh korban jiwa baru aparat sibuk mencari pembenaran.
Polda Lampung dan Pomal (Polisi Militer Angkatan Laut) ditantang untuk segera turun tangan. Bongkar siapa di balik seng biru Umbul Kunci! Apakah keselamatan warga akan dikalahkan oleh kepentingan bisnis ilegal segelintir oknum?(MK)






