OGAN ILIR – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pasca penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi per 19 April 2026, Kepolisian Sektor (Polsek) Pemulutan meningkatkan kewaspadaan melalui patroli intensif. Pada Kamis (23/4/2026) pagi, jajaran Polsek Pemulutan melakukan monitoring langsung ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah hukumnya.
Kegiatan monitoring ini dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Pemulutan, IPDA Exri Mardiansyah, S.H., beserta personel. Sasaran patroli meliputi SPBU 23.306.23 di Jalan Lingkar Selatan, Desa Pegayut, dan SPBU 24.306.184 di Desa Babatan Saudagar, Kecamatan Pemulutan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, situasi di kedua SPBU terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya antrean panjang kendaraan maupun indikasi panic buying dari masyarakat. Ketersediaan stok BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, dipastikan aman dan pendistribusian berjalan lancar.
IPDA Exri Mardiansyah menyatakan bahwa situasi Kamtibmas di wilayah Pemulutan sejauh ini terkendali. “Petugas tidak menemukan konsentrasi massa, spanduk penolakan, maupun aktivitas provokatif terkait kebijakan penyesuaian harga BBM non-subsidi. Situasi berjalan normal,” ujarnya.
Secara umum, masyarakat merespons positif kebijakan ini, memahami bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi merupakan bagian dari mekanisme pasar dan tidak berdampak langsung pada tarif angkutan umum atau kebutuhan pokok masyarakat pengguna BBM bersubsidi.
Meski situasi kondusif, Polsek Pemulutan tetap melakukan antisipasi dini terhadap potensi pergeseran perilaku konsumen dari BBM non-subsidi ke subsidi, yang rawan memicu penyalahgunaan seperti penimbunan, penggunaan jerigen tanpa izin, maupun praktik pengoplosan.
Sebagai langkah preventif, Polsek Pemulutan akan terus mengintensifkan patroli rutin, terutama pada jam-jam sibuk di area SPBU. Pihak kepolisian juga memperkuat koordinasi dengan pengelola SPBU untuk menjamin distribusi BBM bersubsidi tepat sasaran sesuai ketentuan.
“Kami akan terus mengedepankan deteksi dini guna mencegah potensi gangguan kamtibmas, termasuk praktik penyimpangan distribusi BBM. Tujuannya agar situasi di Kecamatan Pemulutan tetap terjaga aman, tertib, dan kondusif di tengah dinamika kebijakan energi nasional,” tutupnya. (BN)










