Ogan Ilir “Darurat” Mafia Minyak? Tiga Bulan Gudang Ilegal Abu Beroperasi Bebas, Polres Ogan Ilir Bungkam Seribu Bahasa!

OGAN ILIR – Hukum di wilayah hukum Polres Ogan Ilir kembali diuji. Praktik dugaan penimbunan dan distribusi minyak ilegal di kawasan belakang Rumah Makan Tuah Siang Malam kini menjadi “tamparan keras” bagi aparat penegak hukum. Gudang yang ditengarai milik bos berinisial Abu tersebut dilaporkan bebas beroperasi siang dan malam tanpa tersentuh hukum, memicu kecurigaan adanya “main mata” di balik layar.

Lalu Lalang Tangki di Tengah Pembiaran Hasil investigasi dan pantauan di lapangan menunjukkan pemandangan yang mencolok: mobil tangki berwarna putih-biru silih berganti keluar masuk area gudang. Aktivitas bongkar muat bahan bakar yang diduga ilegal ini berlangsung secara vulgar. Namun, ironisnya, pemandangan yang kasat mata ini seolah luput dari radar patroli kepolisian setempat.

Gudang tersebut kini dibentengi pagar tinggi dan tertutup rapat, menciptakan kesan eksklusif sekaligus mencurigakan. Upaya menutup akses informasi bagi jurnalis dan masyarakat ini memperkuat sinyal bahwa ada “bisnis gelap” berskala besar yang sedang dilindungi di dalamnya.

Polres Ogan Ilir Dinilai Mandul Keluhan masyarakat sudah mencapai titik jenuh. Keberadaan gudang ini bukan hanya soal pelanggaran regulasi, tetapi merupakan “bom waktu” yang mengancam keselamatan warga sekitar dari risiko kebakaran dan ledakan hebat.

“Kami heran, operasionalnya begitu terang-terangan, tapi tidak ada tindakan. Apakah hukum di Ogan Ilir memang tumpul jika berhadapan dengan mafia minyak?” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya demi keamanan.

Sikap diam Polres Ogan Ilir hingga saat ini memicu spekulasi liar di tengah publik. Penilaian bahwa aparat “tutup mata” atau sengaja melakukan pembiaran kini berembus kencang. Publik mempertanyakan komitmen Kapolres Ogan Ilir dalam memberantas praktik illegal drilling dan penimbunan BBM di wilayahnya.

Desakan untuk Polda Sumsel: Jangan Tebang Pilih! Masyarakat kini menaruh harapan terakhir pada Kapolda Sumatera Selatan. Publik mendesak agar tim khusus dari Polda Sumsel segera turun ke lokasi, menjebol blokade gudang milik Abu, dan melakukan pemeriksaan legalitas secara transparan.

“Jangan biarkan rakyat kecil yang selalu jadi sasaran hukum, sementara pemain besar seperti Abu dibiarkan melenggang kangkung. Jika Polres Ogan Ilir tidak mampu bertindak, biar Polda Sumsel yang menyapu bersih,” tegas seorang aktivis lingkungan setempat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Polres Ogan Ilir terkait alasan belum adanya tindakan tegas terhadap gudang yang meresahkan tersebut. Pertanyaannya: Sampai kapan hukum akan kalah oleh kepentingan mafia?(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *