ILEGAL DRILLING SEMAKIN MENJAMUR DI MUARA ENIM,GPPS AKAN MENGGELAR AKSI DAMAI DI MAPOLDA SUMSEL

Uncategorized750 Dilihat

Terkait dugaan gudang minyak ilegal jenis solar yang menjamur di daerah Muara Enim kerap kali menjadi bahan pembicaraan dan keluh kesah warga dan masyarakat sekitar

Pasalnya di duga minyak ilegal yang berada di jalan “lintas Palembang – Prabumulih, kec arah muara Enim sangat sangat meresahkan dan diduga dibiarkan saja oleh Polsek setempat”.

 informasi yang didapat gudang tersebut di duga menampung minyak ilegal jenis solar yang menampungan ratusan ton minyak ilegal jenis solar”

Ketika tim awak media turun kelokasi memang benar ada nya gudang tersebut dengan bau yang menyengat yg di jaga oleh seorang pekerja”gudang biaso Bae kak belum Ado aktifitas ujar nya.

Dan disetiap tempat gudang gudang minyak ilegal dijaga seseorang bahkan ada yang sampai 5 orang yang mengawal agar tidak ada wartawan yang masuk untuk meliput,”

Diduga lemah nya hukum wilayah Polsek Lembak ,Polsek gelumbang dan Polres Muara enim dalam menindak mafia minyak ilegal”.

Ketika dikonfirmasi kepada APH setempat melalui via whatsaap mengatakan akan ditindak lanjuti,

Namun sangat disayangkan sampai berita ini diterbitkan tidak ada kabar penindakan atas ada nya gudang minyak ilegal tersebut”,seolah olah tutup mata atas ada nya kegiatan ilegal di wilkum Muara Enim

“Malahan nambah banyak kak gudang gudang disini,biaso lah bnyak dekeng lah dak heran lagi”ujar warga yang tidak mau disebutkan namanya.

M.KHALIQ KETUA UMUM GPPS(GERAKAN PEMUDA PEDULI SUMSEL) Angkat bicara tentang permasalahan Ilegal Drilling yang semakin marak dan menjamur,”

Maka dari ini kami akan melakukan aksi unjuk rasa  pada tanggal 07/03/2024.

Di Markas polda Sumsel untuk menyampaikan keluh kesah warga ,Masyarakat dan dugaan lemah nya hukum di Wilkum Muara enim kami akan terus mendukung Kapolda Sumsel  untuk menindak tegas mafia minyak ilegal di daerah tersebut yang semakin menjamur”.

Salah satu kejahatan terhadap migas yaitu penimbunan minyak bumi dan gas. Tindakan tersebut merugikan negara dan masyarakat, pelaku dijerat dengan Pasal 55 Undang Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi sebagaimana telah diubah dengan Pasal 40 angka 9        UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja

 

Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *