Ketua Umum DPP Gerakan Pemuda Peduli Sumsel (GPPS) Mengecam Keras Adanya Dugaan Intimidasi Terhadap Jurnalis Di Desa Sindang Marga Sungai Keruh (Muba)

Uncategorized748 Dilihat

Palembang, Lidiksumsel.com – Ketua Umum Lembaga DPP Gerakan Pemuda Peduli Sumsel (GPPS) mengecam keras adanya intimidasi terhadap Jurnalis saat melakukan tugas di desa Sindang Marga kecamatan Sungai keruh (Muba).

Seperti halnya yang dialami oleh Redi salah satu wartawan media online ketika melakukan tugas berdasarkan dengan bukti Otentik Video Visual yang sempat Viral di Tik-Tok dan Medsos nampak dengan jelas Oknum kades Sindang Marga kecamatan Sungai keruh kabupaten Musi Banyuasin menyekapnya di ruang kantor desa.

 

Sebelum nya telah terjadi perdebatan yang sangat hebat dalam pembahasan data data dugaan antara pihak oknum media dan Pemerintah desa Sindang Marga kecamatan Sungai keruh terkait dengan pengelolaan Apbdes Sindang Marga kecamatan Sungai keruh.

 

M.Kholiq selaku ketua umum Gerakan Pemuda Peduli Sumsel (GPPS) angkat bicara terkait video dan suara yang beredar.

Kata M.Kholiq kejadian tersebut dapat dimaknai sebagai intimidasi atau ancaman kekerasan terhadap kerja-kerja wartawan dalam menjalankan tugasnya. Dalam hal ini aparat penegak hukum sepatutnya bergerak cepat melakukan tindakan pencegahan karena dikhawatirkan ada tindakan susulan berupa tindakan kekerasan.erilaku kades berinisial (A) menujukan sikap arogan bukan halnya perilaku seorang pemimpin.

Lanjut, dimana kegiatan jurnalistik sendiri merupakan kegiatan mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi, baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik dengan menggunakan berbagai jenis saluran media yang tersedia.

 

M.Khaliq menambahkan bagi negara penganut sistem demokrasi seperti Indonesia, pers berperan sebagai alat kontrol bagi pemerintah.“Siapapun menghalangi tugas wartawan dalam mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi, dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00,” tuturnya.

Lembaga GPPS Sumsel memantau terus perkembangan terkait laporan polisi (LP) Polisian Daerah (Polda) Sumsel yang sudah menerbitkan STPL an.redi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *