OGAN KOMERING ILIR – Di tengah tantangan disintegrasi dan sekat-sekat sektoral, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengambil langkah konkret untuk mempererat kembali simpul kebangsaan. Merayakan Hari Lahir (Harlah) ke-9 sekaligus Halal Bihalal, PGK OKI menegaskan posisi mereka sebagai motor penggerak persatuan di Bumi Bende Seguguk, Minggu (29/03/2026).
Bertempat di Sekretariat DPD PGK OKI, acara ini bukan sekadar seremoni rutin. Dengan tema sentral “Merajut Persatuan, Meneguhkan Komitmen Kebangsaan”, PGK OKI berhasil mengonsolidasi berbagai kekuatan aktivis muda, mulai dari HMI Bende Seguguk, PMII Komisariat Uniski, Himapera OKI, hingga barisan HMPS lintas prodi Uniski dan para alumni.
Ketua DPD PGK OKI, Rivaldy Setiawan, dalam orasi politik organisasinya menekankan bahwa usia sembilan tahun adalah momentum pendewasaan untuk berhenti terjebak dalam ego kelompok.
“Momentum Harlah ke-9 ini adalah titik balik. Kami tidak ingin sekadar berkumpul, tapi membangun sinergi nyata. PGK akan menjadi wadah inklusif bagi seluruh elemen pemuda dan mahasiswa di OKI untuk kembali pada satu titik tekan: Mempersatukan Indonesia,” tegas Rivaldy usai prosesi pemotongan tumpeng.
Rivaldy juga melempar tantangan bagi organisasi kepemudaan (OKP) di OKI untuk berkolaborasi dalam program strategis ke depan, salah satunya Latihan Kepemimpinan Bangsa. Program ini dirancang bukan hanya untuk mencetak pemimpin yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas kebangsaan yang kokoh.
“Kami membawa mandat dari Ketua DPW PGK Sumsel, Firdaus Hasbullah, dan Ketua Umum DPP PGK, Bursah Zarnubi, agar api semangat pergerakan ini tidak padam. PGK hadir untuk memastikan pemuda OKI menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa,” imbuhnya.
Kegiatan yang diawali dengan doa bersama ini diakhiri dengan diskusi hangat antar pimpinan organisasi. Pertemuan ini seolah menjadi sinyal kuat bahwa gerakan pemuda di OKI tengah merapatkan barisan untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah dan nasional.(BN)






